Bocah Yatim Piatu Yang Hidup Sebatang Kara Mendapat Santunan dari Polres Bojonegoro

0

Bojonegoro – Ujian hidup bisa datang kepada siapa saja dan kapan saja, tak terkecuali pada Winarto bocah berusia 16 tahun yatim piatu yang tinggal sebatang kara di Dusun Kaliasin RT/RW 23/05 Desa Sambong Kecamatan Gondang Kabupaten Bojonegoro.

Winarto kini hidup seorang diri setelah kedua orang tuanya meninggal dunia karena sakit yang tak kunjung sembuh pada 10 tahun lalu, kondisi yang dialami Winarto seperti itu mendapat respon cepat dari Kapolres Bojonegoro.

Melalui Kasat Lantas Polres Bojonegoro AKP Aristianto BS, S.H., S.I.K., M.H., beserta Perwira dan anggota melakukan sambang ke kediaman Winarto untuk sekedar membantu meringankan beban hidup dengan menyalurkan bantuan berupa sembako kepada Winarto pada hari Kamis (30/11/2017) siang.

“Cuaca yang sedang gerimis saat ini tidak menyurutkan langkah kami untuk berkunjung dan sedikit memberikan bantuan kepada adik Winarto ini, semoga wujud kepedulian kami bermanfaat dan membawa barokah Amin Ya Rabbal Alamin”, ungkap Kasat Lantas.

Lebih lanjut, Kasat Lantas juga menambahkan kehadirannya bersama anggota selain ingin menjenguk dan bersilaturahmi juga untuk memberikan dukungan moral dan semangat kepada Winarto yang sudah menjadi anak yatim piatu dan hidup sebatang kara.

Berada di Dusun Kaliasin RT/RW 23/05 Desa Sambong Kec. Gondang, bocah yatim piatu ini hidup dan tinggal di rumah mungil berdinding papan yang bolong bolong dan beralaskan tanah yang menyatu dengan kandang kambing.

“Selama ini rumah itu pula yang menjadi saksi bisu bocah semata wayang dalam mengisi hari harinya merawat kedua orang tua nya selama masih hidup, kemudian sedang dalam kondisi sakit hingga saat ini tinggal sebatang kara karena orang tuanya telah tiada,” jelas AKP Aris.

Kasat Lantas berharap semoga Winarto kedepan mempunyai kehidupan yang maju dan lebih layak, Kasat Lantas juga berpesan agar Winarto tidak patah semangat, menurutnya selama ada usaha maka masa depan yang lebih baik tidak mustahil dapat terwujud.

Comments

comments

Share.

About Author