Gara – gara Sebatang Pohon Pisang, Dua Orang Petani Berseteru

0

Bojonegoro – Gara gara sebatang pohon yang tumbuh di tanah persil milik Perhutani, dua orang patani berseteru. Akibat kejadian tersebut, Bhabinkamtas Desa Kedungrejo Aiptu Joko Wahono bersama tokoh Masyarakat Desa Kedungrejo Yudi dan Momon menyelesaikan perseteruan tersebut pada hari Sabtu (20/05/2017) sekira pukul 09.00 WIB pagi tadi.

Adapun kedua petani yang berseteru tersebut adalah Hidayat (55) warga Dukuh Ngudal Desa Kedungrejo RT 06 RW 03 Kecamatan Malo dan Muslim (45) warga Desa Ketileng RT 13 RW 06 Kecamatan Malo.

Menurut Kapolsek Malo AKP Hufron Nur Rochim, SH kepada tribratanewsbojonegoro.com bahwa kejadian terjadi pada hari minggu tanggal 12 Mei 2017 sekira pukul 09.00 WIB Muslim menebang 5 pohon pisang dengan sebuah alat potong bendo yang ada di tanah persil milik Perhutani Desa Tinawun yang dikelola oleh Hidayat. Saat peristiwa terjadi, Hidayat mengetahui yang menebang pohon pisang miliknya adalah Muslim lalu menegornya.

“Saat Muslim ditegor Hidayat dia tidak terima”, terang Kapolsek Malo.

Setelah ditegor Hidayat, Muslim tidak terima dan malah balik mengancam ingin membacok Hidayat.

“Kenapa pohon pisanhku kamu rusak”, tegur Hidayat dan kemudian Muslim balik menjawab, “Siapa yg merusak pohon pisang mu, nanti kamu tak bacok”, jawab Muslim sambil juga memaki Hidayat.

Dengan adanya hal tersebut Hidayat melapor kepada Yudi selaku tokoh masyarakat Desa Kedungrejo. Setelah mendapat laporan tersebut, kemudian Yudi memberitahukan masalah tersebut kepada Bhabinkamtibmas Desa Kedungrejo Aiptu Joko Wahono.

Setelah mendapatkan laporan tersebut, Aiptu Joko Wahono kemudian mengajak Muslim untuk datang ke rumah Hidayat meminta maaf dan menyelesaikan permasalahan mereka berdua secara kekeluargaan di rumah Hidayat.

“Muslim bersedia meminta maaf dan mengajak berdamai”, imbuh Kapolsek.

Akhirnya keduanya sepakat berdamai dan membuat surat pernyataan dihadapan Aiptu Joko Wahono sekalu Bhabinkamtibmas Desa Kedungrejo dan dua tokoh masyarakat Desa Kedungrejo Yudi dan Momon yang isinya bahwa Muslim menyadari kesalahan dan tidak akan mengulangi perbuatannya lagi.

“Kedua pihak saling memaafkan dan bersalaman”, tutup Kapolsek.

Comments

comments

Share.

About Author