Korban Tenggelam di Ngraho Ditemukan Dalam Kondisi Meninggal Dunia

0

Bojonegoro – Sebagaimana diberitakan sebelumnya, pada Minggu (20/08/2017) sekira pukul 15.00 WIB kemarin sore, seorang anak bernama Nurudin Jauhari bin Amirudin (9), warga Dusun Merbaong RT 008 RW 002 Desa Payaman Kecamatan Ngraho Kabupaten Bojonegoro, dilaporkan tenggelam di aliran Sungai Bengawan Solo desa setempat. Selanjutnya pada Senin (21/08/2017) pagi tadi, tim SAR Gabungan dari BPBD Bojonegoro dan Tim BASARNAS Surabaya, dengan dibantu sejumlah elemen dan warga masyarakat, mulai melakukan pencarian terhadap korban.

Dan pada Senin (21/08/2017) sekira pukul 13.35 WIB siang ini, korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.

Menurut keterangan Kapolsek Ngraho, AKP H Purwanto S SH, bahwa pihaknya telah mendapat laporan terkait penemuan jenazah korban. “Saat ini korban sudah diserahkan pada orang tuanya dan menunggu proses pemakaman,” terangnya.
Adapun kronologi penemuan jenazah korban bermula saat Tim SAR Gabungan dari BPBD Bojonegoro dan Basarnas melakukan peleburan air dengan menggunakan perahu karet, di sekitar lokasi kejadian.

“Korban diketemukan dalam posisi timbul atau muncul ke permukaan air, di tengah-tengah aliran sungai Bengawan Solo pada saat Tim Basarnas membuat gelombang air menggunakan perahu karet.” ungkap Kapolsek.

Selanjutnya, setelah jenazah korban muncul ke permukaan, Tim Basarnas segera mengevakuasi korban untuk dibawa ke tepian yang selanjutnya dibawa ke rumah duka.

“Jarak penemuan korban dengan lokasi awal korban dilaporkan tenggelam sekira 20 meter.” lanjut Kapolsek.

Kapolsek menambahkan, setelah korban disemayamkan di rumah duka, petugas segera melakukan identifikasi. Dan setelah dilakukan Visum Et Repertum (VER) oleh tim medis yang dipimpin dokter Punita Surya dari Puskesmas Ngraho, pada tubuh korban terdapat bekas benturan, hidung berdarah, mulut terdapat luka, lidah tidak menjulur, terdapat odema atau pembengkakan serta lebam pada badan dan kaki.

“Tidak diketemukan adanya tanda-tanda penganiayaan, kulit normal.” lanjut Kpolsek.

Atas permintaan keluarga korban, dengan dibuatkan surat pernyataan bahwa keluarga korban tidak bersedia untuk dilakukan otopsi.

“Selanjutnya korban diserahkan kepada keluarga korban untuk dilakukan prosesi pemakaman.” pungkas Kapolsek.

Comments

comments

Share.

About Author