Motor Tabrak Pejalan Kaki di Padangan, Pejalan Kaki luka-Luka

0

Bojonegoro – Kecelakaan lalu lintas antara sepeda motor dengan pejalan kaki terjadi di jalur Bojonegoro-Cepu, turut wilayah Desa Kuncen Kecamatan Padangan Kabupaten Bojoengoro, pada Minggu (13/08/2017) sekira pukul 09.30 WIB pagi tadi. Akibatnya seorang bocah pejalan kaki mengalami luka-luka dan harus mendapatkan perawatan di rumah sakit.

Diketahui kendaraan yang terlibat kecelakaan tersebut sepeda motor Honda Beat Nopol S 3684 BA, yang dikendarai Lilis Ida Nurhayati (48) berboncengan dengan Wildam Dipoyono (18), keduanya warga Desa Padangan RT 010 RW 003 Kecamatan Padangan kontra pejalan kaki bernama Malikul Khanan Khilwatul Layina (11), pelajar asal Desa Kuncen RT 008 RW 002 Kecamatan Padangan Kabupaten Bojonegoro.
Menurut keterangan saksi Harsono (40) dan saksi Yanto (55), keduanya warga Desa Kuncen Kecamatan Padangan, kecelakaan tersebut bermula sepeda motor Honda Beat Nopol S 3684 BA, berjalan dari arah barat ke timur dengan kecepatan sedang. Sesampai di lokasi kejadian, dari arah utara ada pejalan kaki yang menyebrang ke arah selatan jalan.

“Karena jarak sudah dekat dan pengendara sepeda motor Honda Beat kurang memperhatikan arus lalu lintas yang ada di depannya akhirnya pejalan kaki tersebut tertabrak.” terang Saksi kepada petugas yang melakukan olah TKP.

Senada yang diterangkan saksi, menurut Kanit Laka LLantas Satlantas polres Bojonegoro, IPDA Mukari, bahwa laka-lantas tersebut terjadi diduga pengendara Honda Beat kurang memperhatikan arus lalu lintas yang ada di depannya sehingga mengakibatkan laka lantas tersebut.

“Didugga pengendara sepeda motor kurang memperhatikan arus lalu-lintas di depannya sehingga menabrak pejalan kaki yang hendak menyeberang,” terang IPDA Mukari.

Akibat laka lantas tersebut, lanjut IPDA Mukari, pejalan kaki penyebrang jalan tersebut mengalami luka-luka.

“Korban segera dilarikan ke RSUD Padangan,” imbuhnya.

Tak lupa IPDA Mukari mengimbau kepada seluruh masyarakat yang berkendara di jalan raya agar meningkatkan kewaspadaannya. Seringkali kecelakaan bermula dari adanya pelanggaran.

“Untuk itu, jadilah pelopor keselamatan berlalu-lintas, budayakan keselamatan sebagai kebutuhan,” pungkasnya.

Comments

comments

Share.

About Author