Razia di Jalan Gajah Mada, Sat Lantas Polres Bojonegoro Tindak 198 Pelanggar

0

Bojonegoro – Jajaran Sat Lantas Polres Bojonegoro kembali laksanakan kegiatan razia kendaraan bermotor, dengan sistem stasioner, pada Sabtu (29/07/2017) pagi ini, dengan lokasi di Jalan Gajah Mada, tepatnya di depan Stasiun Kereta Api Bojonegoro. Dalam operasi tersebut petugas telah menindak sebanyak 198 pelanggar.

KBO Lantas Polres Bojonegoro IPTU Jatmiko, pada media ini menerangkan, bahwa pada razia pagi hari tadi, dilaksanakan dengan target pengguna kendaraan yang secara kasat mata telihat melakukan pelanggaran, seperti memasang spion dikedua sisi kendaraannya dan tidak memakai helm berstandar SNI bagi pengendara roda dua dan tidak menggunakan sabuk keselamatan bagi pengendara roda empat atau lebih.

Selain itu, razia juga difokuskan kepada pengendara kendaraan yang tidak membawa dokumen yang sah saat berkendara, seperti tidak membawa SIM dan STNK serta kendaraan yang tidak sesuai dengan spesifikasi teknis (spektek) yang dipersyaratkan.

“Pelanggaran yang kasat mata berpotensi menyebabkan laka lantas kami langsung hentikan dan berikan tindakan.” ungkap IPTU Jatmiko.

Dari 198 pelanggaran tersebut, lanjut KBO lantas, terdiri dari sepeda motor 190 pelanggaran, mobil penumpang pribadi 7 pelanggaran dan mobil penumpang umum 1 pelanggaran, yang semuanya diberikan surat tilang dengan menggunakan sistem e-Tilang. Sedangkan barang bukti yang disita petugas berupa 190 surat-surat dan 8 unit kendaraan roda dua.

“8 pengendara sepeda motor tidak dapat menunjukkan surat-surat atau dokumen yang sah kendaraan maupun dokumen bagi pengendara,” imbuhnya.

Menaggapi masih tingginya pelanggaran yang dilakukan para pengendara kendaraan di jalan raya, secara terpisah, Kapolres Bojonegoro, AKBP Wahyu S Bintoro SH SIK MSi, melalui media ini berpesan kepada para pengguna kendaraan, hendaklah saat mengendarai kendaraannya selalu melengkapi diri dengan dokumen yang sah kendaraannya itu sendiri maupun pengendaranya. Selain itu juga antribut kendaraan juga harus dipasang dan mesin kendaraan harus sesuai standart pabrikan.

Kapolres juga merasa prihatin, sehubungan selama beberapa kali dilaksanakan operasi, masih sangat tinggi adanya pelanggaran yang didapati petugas, dari para pengendara kendaraan bermotor.

“Hal ini mengindikasikan masih rendahnya kesadaran masyarakat dalam mematuhi peraturan berlau-lintas.” keluhnya.

Selain itu, masih banyak didapati oleh petugas adanya pelanggaran mendasar yang dilakukan oleh para pengendara kendaraan bermotor, seperti pelanggaran dengan melawan arus, pelanggaran terhadap rambu-rambu lalu-lintas dan pelanggaran terhadap marka jalan.

“Jadilah Pelopor Keselamatan Berlalu-lintas dan Budayakan Keselamaan Sebagai Kebutuhan.” pungkasnya.

 

Comments

comments

Share.

About Author