Salah Paham 27 Ternyata 270 Juta Bukan 27 juta, Bhabinkamtibmas Desa Sukorejo Damaikan Jual Beli Tanah

0

Bojonegoro – Sempat terjadi salah paham antar warga karena jual beli tanah dan bangunan, Sdri. SYT yang beralamat di RT 33 Desa Sukorejo dan Sdri. SYA warga RT 34 Desa Sukorejo akhirnya didamaikan oleh Bhabinkamtibmas Desa setempat.

Menurut penuturan Aiptu Sudiro Bhabinkamtibmas Desa setempat, yang saat itu dimintai oleh keduanya untuk mencarikan jalan keluar, mereka awalnya sekitar seminggu yang lalu melakukan transaksi jual beli tanah dan bangunan. Sdri. SYT saat itu menjual sebidang tanah dan rumah ukuran 5 X 8 meter yang berlokasi di desa setempat, dengan menawarkan harga 27 kepada Sdri. SYA, kemudian disepakati oleh SYA dan diberikan uang muka (DP) sebesar Rp 1.000.000 (Satu juta rupiah) sebagai tanda jadi.

Namun pada Jumat (22/09/2017) sekitar pukul 16.00 WIB, saat pembeli (Sdri. SYA) akan melunasi dengan harga Rp 27.000.000 (Dua puluh tujuh juta rupiah) timbul lah kesalah pahaman, ternyata yang dimaksud penjual (Sdr. SYT) 27 adalah Rp 270.000.000 (Dua ratus tujuh puluh juta rupiah) bukan 27 juta.

“Mereka salah paham, saat awal penawaran penjual bilang dengan harga 27 maksudnya adalah 270 juta bukan 27 juta,” tutur Aiptu Sudiro pada kami, Sabtu (23/09/2017).

Setelah diberikan pemahaman oleh Aiptu Sudiro, kedua belah pihak akhirnya sepakat dan menyadari bahwa telah terjadi salah pengertian dan tidak ada unsur kesengajaan untuk merugikan salah satu pihak.

Sdr. SYT selaku penjual akhirnya mengembalikan uang muka sebesar Rp 1.000.000 (Satu juta rupiah) yang telah diterimanya dari Sdr. SYA dan ditambah Rp 100.000 (Seratus ribu rupiah) sebagai permintaan maaf, dan diterima oleh Sdr SYA. Mereka kemudian dibuatkan Surat Pernyataan yang intinya bahwa telah terjadi salah pengertian.

“Kedua belah pihak saling menyadari dan masalah tersebut selesai dengan damai,” kata Aiptu Sudiro.

Menanggapi hal tersebut, Kapolsek Bojonegoro Kota Kompol Moch. Usman S.Pd, M. MPd menyampaikan agar kejadian seperti itu dijadikan pembelajaran bagi siapa saja, apabila menyangkut hal-hal yang penting, baik transaksi, perjanjian maupun hal lainnya yang sekiranya mengandung konsekuensi hukum agar dibuat secara tertulis dan jelas sehingga tidak terjadi salah paham dan salah mengerti dikemudian hari.

Comments

comments

Share.

About Author