Seorang Warga Malo Meninggal Dunia Tenggelam di Sungai Bengawan Solo

0

Bojonegoro – Seorang laki-laki bernama Maksum (45), warga Desa Kemiri RT 005 RW 001 Kecamatan Malo Kabupaten Bojonegoro, pada Kamis (29/03/2018) sekira pukul 11.30 WIB, ditemukan meninggal dunia akibat tenggelam di Sungai Bengawan Solo turut wilayah Desa Ngraho Kecamatan Gayam Kabupaten Bojonegoro. Korban ditemukan oleh kakak kandungnya yang bernama Ruslan, mengapung di aliran sungai Bengawan Solo dalam keadaan telah meninggal dunia.

Kapolsek Gayam, AKP Harjo SH, ketika dikonfirmasi awak media ini menerangkan bahwa sekira pukul 10.00 WIB, pihaknya telah menerima laporan terkait orang diduga tenggelam di bantaran sungai Bengawan Solo, turut wilayah wilayah Desa Ngraho Kecamatan Gayam Kabupaten Bojonegoro.

“Saat dilaporkan, keluarga korban dan warga sekitar sudah berupaya mencari korban di sekitar lokasi kejadian,” jelas Kapolsek.

Kapolsek menambahkan, bahwa kronologi tenggelamnya korban bermula, pada Kamis (29/03/2018), sekira pukul 08.30 WIB, warga sekitar melihat korban melepas baju dan mandi di sungai Begawan Solo.

Sekitar pukul 10.00 WIB, warga yang berada di sekitar lokasi kejadian, melihat korban sudah tidak ada disekitar lokasi tempat melepas baju.

“Sehingga warga segera menghubungi kelarganya dan melaporkan ke Polsek Gayam, yang kemudian keluarga beserta warga segera melakukan upaya pencarian,” jelas Kapolsek.

Setelah dilakukan pencarian, sekira pukul 11.30 WIB, kakak korban yang bernama Ruslan menemukan korban sudah dalam keadaan meninggal dunia.

“Dengan dibantu warga, jenazah korban dievakuasi ke daratan, yang selanjutnya dibawa ke rumah duka dengan menggunakan ambulance,” imbuh Kapolsek.

Berdasarkan hasil identifikasi, lanjut Kapolsek, ciri-ciri mayat diketahui panjang mayat 165 sentimeter, perut korban mengembung, dari mulut korban keluar air. Sementara berdasarkan pemeriksaan medis yang dilakukan oleh dokter Arman dari Puskesmas Gayam, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan atau penganiayaan pada tubuh korban.

Sementara, berdasarkan keterangan keluarganya, korban memiliki riwayat sakit tekanan darah tinggi yang kadang-kala kambuh.

“Penyebab kematian korban murni akibat tenggelam,” jelas Kapolsek.

Atas terjadinya peristiwa tersebut, keluarga korban menerima sebagai musibah dan meminta untuk tidak dilakukan otopsi, yang dinyatakan dengan membuat surat pernyataan, disaksikan oleh perangkat desa setempat.

“Selanjutnya setelah dibuatkan berita-acara, jenazah korban diserahkan kepada keluarganya untuk proses pemakaman.” pungkas Kapolsek.

Comments

comments

Share.

About Author