Seorang Warga Sumberrejo Meninggal Dunia Mendadak di Kecamatan Sukosewu

0

Bojonegoro – Seorang warga Desa Ngampal RT 003 RW 001 Kecamatan Sumberjo Kabupaten Bojonegoro bernama Sali (65), yang diketahui sebagai peminta-minta (red, pengemis), pada Sabtu (10/03/2018) sekira pukul 14.00 WIB, meninggal dunia secara mendadak di depan rumah kosong milik warga Desa Sitiaji Kecamatan Sukosewu Kabupaten Bojonegoro.

Sebelumnya, korban sedang mengendarai ojek, namun tiba-tiba korban mengeluh pada tukang ojek kalau dadanya sakit dan meminta berhenti. Setelah berhenti dan didudukkan, korban minta dibaringkan, namun saat korban telah dibaringkan, korban diketahui sudah tidak bernyawa atau meninggal dunia.

Kapolsek Sukosewu, AKP Pujiono SH, yang datang ke lokasi kejadian mengungkapkan, bahwa berdasarkan keterangan saksi Ali Mahmud (42), yang masih tetangga korban dan saksi Ahmad Zubaedi (30), perangkat desa setempat, warga Desa Sitiaji RT 024 RW 003 Kecamatan Sukosewu, bahwa kronologi peristiwa tersebut bermula pada Sabtu (10/03/2018) sekira pukul 08.00 WIB, korban berangkat dari rumahnya menuju wilayah Kecamatan Sugiwaras.

“Kemudian korban meminta-minta di pasar Sugihwaras dan perkampungan sekitar pasar.” jelas Kapolsek.

Sekira pukul 13.00 WIB, korban hendak pulang ke rumahnya di Desa Ngampal Kecamatan Sumberrejo dengan mengendarai ojek. Dalam perjalanan tersebut, tiba-tiba korban mengeluh pada tukang ojek kalau dadanya sakit dan meminta untuk berhenti.

“Oleh tukang ojek, korban diajak berhenti di depan rumah kosong milik warga Desa Sitiaji.” lanjut Kapolsek

Setelah berhenti, korban meminta tolong pada tukang ojek untuk didudukkan, setelah duduk, korban kembali minta tolong untuk dibaringkan, namun setelah korban dibaringkan, korban diketahui sudah tidak bernyawa atau meninggal dunia.

“Saat korban telah dibaringkan, saksi mengetahui korban sudah tidak bernyawa atau meninggal dunia.” terang Kapolsek.

Mengetahui korban sudah meninggal dunia, selanjutnya tukang ojek tersebut segera meminta bantuan warga sekitar dan peristiwa tersebut segera dilaporkan ke perangkat desa setempat dan di laporkan ke Polsek Sukosewu.
Masih menurut Kapolsek, setelah pihaknya menerima laporan, Kapolsek bersama anggota dan petugas medis dari Puskesmas Sukosewu, segera mendatangi lokasi kejadian, guna melakukan olah TKP dan identifikasi terhadap korban.

Dari hasil identifikasi, diketahui panjang mayat 165 sentimeter, kulit sawo matang, rambut hitam lurus.
“Korban memakai baju batik warna kombinasi putih dan biru dan celana penndek warna coklat,” jelas Kapolsek.

Sementara berdasarkan pemeriksaan medis yang dilakukan petugas medis dari Puskesmas Sukosewu, tidak ditemukan adanya tanda-tanda penganiayaan pada tubuh korban.

“Tidak ditemukan adanya tanda-tanda penganiayaan pada tubuh korban. Korban meninggal secara wajar,” imbuh Kapolsek.

Sementara itu, ahli waris korban yang telah datang ke lokasi kejadian, menerima peristiwa tersebut sebagai musibah dan meminta untuk tidak dilakukan otopsi. Selanjutnya setelah dibuatkan berita-acara yang diketahui dan disaksikan perangkat desa setempat, jenazah diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan.

“Jenazah korban langsung dibawa pulang ahli warisnya untuk proses pemakaman, pungkas Kapolsek.

Comments

comments

Share.

About Author