Warga Desa Sembung Kecamatan Kapas Temukan Mayat Bayi Laki-Laki

0

Bojonegoro – Jenazah bayi laki-laki ditemukan di belakang rumah Asnarti (66), warga Desa Sembung RT 006 RW 002 Kecamatan Kapas Kabupaten Bojonegoro pada Kamis (19/10/2017) sekira pukul 07.30 WIB pagi tadi. Belum diketahui asal-usul mayat bayi tersebut. Saat ini petugas dari Polsek Kapas dan Polres Bojonegoro masih berupaya mengungkap identitas ibu kandung bayi tersebut.

Menurut keterangan Kapolsek Kapas, AKP Ngatimin SH, yang dikutip dri keterangan saksi-saksi, bahwa kronologi penemuan mayat bayi tersebut bermula pada Kamis (19/10/2017) sekira pukul 07.30 WIB pagi tadi, saksi Asnarti (66) mencium bau menyengat seperti bau bangkai, dari samping belakang rumahnya.
“Kemudian saksi berupaya mencari sumber bau bangkai tersebut dan beberapa lama kemudian saksi menemukan bungkusan plastik hitam dengan posisi terikat di atas karung yang berisikan kain bekas,” terang Kapolsek.

Kapolsek menambahkan, awalnya saksi Asnarti mengira yang berada di dalam bungkusan plastik hitam tersebut adalah bangkai kucing, sehingga oleh saksi, bungkusan tersebut dipindah ke kebun pisang di sebelah timur rumahnya, namun karena saksi merasa curiga, selanjutnya tas plastik tersebut di buka.
“Setelah dibuka ternyata di dalam plastik tersebut berisikan sesosok mayat bayi dengan posisi tengkurap dan masih mengeluarkan darah,” lanjut Kapolsek.

Mengetahui kejadian tersebut selanjutnya saksi melaporkan kejadian tersebut kepada Kepala Desa Sembung.
“Selanjutnya oleh Kades, peristiwa tersebut dilaporkan ke Polsek Kapas.” imbuh Kapolsek.

Medapat laporan tersebut, Kapolsek segera mendatangi lokasi kejadian guna melakukan olah TKP sambil menghubungi tim Indentifikasi dari Polres Bojonegoro.
“Setelah dilakukan oleh TKP, mayat bayi tersebut dievakuasi ke RSUD Bojonegoro untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.” terang Kapolsek.

Berdasarkan hasil identifikasi, diketahui jenis kelamin bayi laki-laki, dengan ciri-ciri berat mayat 1 kilogram, panjang mayat 55 sentimeter, rambut hitam lurus, tali pusar beserta ari, masih melekat di tubuh mayat bayi dan belum terpotong dengan panjang tali pusar 40 sentimeter.
“Belum diketahui identitas orang tua kandung dari bayi tersebut, saat ini petugas masih terus melakukan penyelidikan guna mengungkap identitas bayi tersebut,” pungkas AKP Ngatimin.

Sementara, menurut hasil otopsi yang dilakukan dokter Sarjono dari RSUD Bojonegoro, bahwa diduga bayi tersebut sudah meninggal sejak 3 (tiga) hari yang lalu.

“Bayi meninggal di luar kandungan atau meninggal setelah dilahirkan,” terang dokter Sarjono.

Comments

comments

Share.

About Author