Warga Kasiman Akhiri Hudup Dengan Gantung Diri Diduga Karena Depresi

0

Bojonegoro – Diduga karena depresi akibat penyakit yang dideritannya tak kunjung sembuh, seorang kakek bernama Pario (77), warga Desa Sidomukti RT 002 RW 001 Kecamatan Kasiman Kabupaten Bojinegoro, nekat mengakhiri hidupnya sendiri dengan cara gantung diri, pada Jumat (13/10/2017) sekira pukul 08.00 WIB pagi tadi.

Korban pertama kali ditemukan oleh anaknya, Sudiro (50), tergantung di blandar rumah milik anaknya tersebut, di Dusun Ngemplak Desa Tembeling RT 024 RW 003 Kecamatan Kasiman Kabupaten Bojonegoro.

Sebagaimana diterangkan Kapolsek Kasiman, AKP HM Ridwan, bahwa kronologi peristiwa tersebut bermula pada Jumat (13/10/2017), sekira pukul 08.00 WIB pagi tadi, anak korban bernama Sudiro (50), pulang dari sawah dan setelah membuka pintu depan rumahnya, saksi mengetahui bahwa korban telah tergantung di kayu blandar rumahnya, di dekat pintu tengah, mengunakan tali plastik warna hijau.
“Mengetahui kejadian tersebut, saksi berupaya menolong korban sambil berteriak minta tolong pada warga sekitar,” terang Kapolsek.

Mendengar teriakan saksi, warga sekitar segera berdatangan yang selanjutnya saksi bersama warga segera menurunkan korban dari tali gantungan.
“Saat diturunkan, korban sudah dalam keadaan meninggal dunia,” lanjut Kapolsek.

Kapolsek menambahkan, setelah pihaknya menerima laporan, dirinya bersama anggota segera menuju lokasi kejadian, guna melakukan identifikasi dan olah TKP. Dari hasil olah TKP diketahui korban gantung diri menggunakan tali plastik warna hijau, korban menggunkan celana pendek warna hitam tanpa kaos dan sarung warna coklat motif garis-garis.

Sedangkan dari hasil hasil pemeriksaan medis yang dilakukan dokter Sulistianto dan dokter Arif dari Puskesmas Kasiman, diperoleh keterangan, kuku jari tangan dan kaki korban membiru, ada bekas jeratan tali pada leher serta kelopak mata menunjukkan kekurangan oksigen.
“Tidak diketemukan tanda-tanda kekerasan atau penganiayaan pada tubuh korban dan korban dinyatakan meninggal dunia murni karena gantung diri,” imbuh Kapolsek.

Masih menurut kapolsek, menurut keterangan dari keluarganya, dimungkinkan korban mengalami depresi akibat sakit Infeksi saluran kencing yang sudah lama dideritanya dan tidak kunjung sembuh.
“Diduga korban mengalami depresi dan putus asa, sehingga mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri,” lanjut Kapolsek

Atas kejadian tersebut, ahli waris korban sudah menerima dengan ikhlas dan menganggap sebagai musibah serta takdir dari Allah SWT. Atas permintaan ahli-warisnya, jenazah korban tidak di otopsi yang dinyatakan dengan membuat surat pernyataan yang diketahui dan disaksikan oleh kepala desa setempat.

“Setelah dibuatkan berita acara, selanjutnya jenazah korban diserahkan kepada ahli warisnya untuk proses pemakaman,” pungkas Kapolsek.

Comments

comments

Share.

About Author