Aniaya Teman Sekolah, 2 Orang Pelajar SMK di Bojonegoro Diamankan Polisi

0

Bojonegoro – Dua orang pelajar dari salah satu SMK swasta di Bojonegoro, pada Minggu (04/11/2018) kemarin sore, diamankan anggota Polres Bojonegoro. Kedua pelajar tersebut disangka telah melakukan tindak pidana penganiayaan terhadap seorang teman satu sekolahnya, yang dilakukan pada Jumat (02/11/2018) sekira pukul 09.30 WIB, di kamar mandi sekolah tersebut dan sempat divideokan oleh teman yang lainnya, yang kemudian sempat beredar melalui media sosial atau aplikasi pesan dan menjadi viral.

Hal tersebut disampaikan Kapolres Bojonegoro, AKBP Ary Fadli SIK MH MSi, dalam konferensi pers yang dilaksanakan pada Senin (05/11/2018) siang, di halaman Mapolres Bojonegoro.

Adapun identitas kedua pelaku berinisial ZR (18) pelajar asal Kecamatan Soko Kabupaten Tuban dan DF (17), pelajar asal Kecamatan Kalitidu Kabupaten Bojonegoro. Sedangkan korbannya DS (16), pelajar asal Kecamatan Balen Kabupaten Bojonegoro

Dalam konferensi pers tersebut Kapolres mengungkapkan bahwa kronologi kejadian tersebut bermula, pada awalnya antara kedua pelaku dengan korban terjadi kesalah-pahaman.

Selanjutnya, saat korban berada di kamar mandi sekolah tersebut, salah seorang pelaku melakukan pemukulan dengan tangan kosong kepada korban, sehingga kepala korban membentur tembok kamar mandi yang mengkibatkan pelipis korban di bagian kanan, berdarah. Sementara seorang pelaku lainnya, menendang korban dengan kaki kanan dan mengenai dada korban.

“Atas kejadian tersebut, keluarga korban melaporkan peristiwa penganiayaan tersebut ke Polres Bojonegoro, sehingga kedua pelaku diamankan petugas.” jelas Kapolres.

Atas perbuatannya, kedua pelaku diancam melanggar Pasal 80 ayat (2) UU RI Nomor 17 tahun 2016, tentang Penetapan Perpu Nomor 1 tahun 2016, tentang Perubahan Kedua atas UU RI Nomor 23 tahun 2002, tentang Perlindungan Anak menjadi Undang Undang dan atau Pasal 170 KUHP.

“Untuk pelaku DF, karena masih di bawah umur, tidak dilakukan penahanan. Sedangkan pelaku ZR, sementara ditahan di ruang tahanan Polres Bojonegoro, namun saat ini pihak keluarga mengupayakan untuk tidak dilakukan penahanan, dengan jaminan pihak keluarga,” jelas Kapolres

Lebih lanjut Kapolres mengungkapkan bahwa karena kedua pelaku masih berstatus pelajar, di mana salah satu pelaku masih di bawah umur, sesuai amanat dari undang-undang, saat ini para pihak sedang melakukan upaya diversi atau mediasi atau ADR (Alternative Dispute Resolution) atau penyelesaian masalah melalui jalur di luar pengadilan.

“Sedang diupayakan untuk dilakukan diversi atau mediasi,” imbuh Kapolres.

Comments

comments

Share.

About Author

1