Rab. Nov 25th, 2020

Antisipasi Peredaran Daging Celeng, Polres Intensifkan Operasi Pasar

Bojonegoro – Penyidik Polres Bojonegoro hingga kini terus mengembangkan penyidikan terkait kasus temuan daging celeng Minggu (23/08) kemarin. Polres Bojonegoro kini akan lebih sering mengadakan operasi daging sapi di pasar-pasar wilayah Bojonegoro.

Kapolres Bojonegoro, AKBP Hendri Fiuser, SIK, M.Hum mengatakan terkait penemuan daging celeng kemarin, pihaknya akan terus mengembangkan penyidikan. Selain itu, mengantisipasi peredaran daging celeng itu dengan lebih intens mengadakan operasi.

“Operasi pasar sudah sering kami lakukan dan tetap akan kami lakukan guna mengantisipasi kenaikan harga daging dan daging ilegal yang seperti kami temukan ini,” ungkap Kapolres Bojonegoro.

Seperti diketahui, temuan tersebut terjadi setelah Tim Buser Polres Bojonegoro menghadang sebuah pikap yang memuat daging celeng (babi hutan) yang akan dijual ke pasaran di Bojonegoro dan Cepu. Pencegatan dilakukan di Jalan Raya Padangan-Cepu atau setidaknya, masuk wilayah hukum Polres Bojonegoro.

Awalnya, Polres Bojonegoro menerima informasi dari masyarakat tentang banyaknya daging sapi yang bercampur dengan daging celeng (babi hutan) tersebut yang beredar di pasaran. Menerima informasi tersebut, Polres Bojonegoro segera bertindak cepat dengan mengerahkan membongkar perdagangan daging celeng.

Sementara itu, Kepolisian Resort Bojonegoro telah mengamankan tersangka S (37), warga Desa Taji Kecamatan Tambakrejo Bojonegoro, dan A (35), kernetnya, yang juga warga Desa Taji Kecamatan Tambakrejo Bojonegoro.

Kedua tersangka mengaku melakukan transaksi selama dua hari sekali. S mendapatkan harga Rp 75.000 per kilogram yang kemudian dijual lagi pada pedagang di pasar dengan harga Rp 80.000 per kilogram. Transaksi kepada pedagang di pasar itu bisa terjadi karena S mengaku bahwa yang dijualnya adalah daging sapi. Karena harga lebih murah, para pedagang itu selalu memesan kepada S. Kedua tersangka menerangkan bahwa mereka membeli daging dari Y, warga Desa Mojosongo, Kecamatan Sragen, Jawa Tengah.

Kini kedua tersangka diamankan di Polres Bojonegoro beserta barang bukti berupa 220 kilogram daging celeng sebanyak 12 kresek, selembar surat dari Rumah Pemotongan Hewan (RPH) Surakarta, dan kendaraan roda empat merek Mitsubishi dengan Nomor Polisi AE 8705 ND warna hitam.

Akibat perbuatannya kedua tersangka melanggar Pasal 75 jo 136 UU RI Nomor 18 tahun 2012 tentang Pangan Subsider pasal 8 jo 62 UUD RI Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen lebih subsider Pasal 6 jo 31 Undang Undang RI Nomor 16 Tahun 1992 Tentang Karantina Hewan atau UU Peternakan. Ancamannya adalah pidana penjara paling lama lima tahun atau denda maksimal sebesar Rp 10 miliar. (yud/kik)

Comments

comments