Kam. Des 2nd, 2021

Balita Tewas Kecebur Got  Saat Ditinggal Ibunya Jemur Pakaian

Bojonegoro – Peristiwa ini patut menjadi pembelajaran bagi orang tua yang memiliki anak masih balita. Merawat dan menjaga anak balita itu memang butuh konsentrasi penuh. Apalagi pada anak balita yang mulai tumbuh rasa ingin tahunya, teledor sedikit saja bisa membawa petaka.

img-20161013-wa0003Di Dusun Jambon RT 09 RW 01 Desa Pejambon Kecamatan Sumberrejo Kabupaten Bojonegoro pada Rabu (12/10) pagi kemarin. Seorang bocah balita ditemukan meninggal setelah tercebur dalam saluran air depan rumah orang tuanya.

Korban diketahui bernama M Zaki Arifin, umur 1 tahun 10 bulan, putra pasangan Supriyadi (30) dan Erna Listiarini (29).

Menurut informasi dari Kapolsek Sumberjo AKP M. Nur Zjaeni, sesuai penuturan saksi Erna Listiarini, Setelah menyuapi korban ibunya mencuci pakaian di belakang rumah dan korban bermain di sampingnya.Usai mencuci, Erna pun lantas menjemur pakaian di depan rumah tetangganya yang bernama Bunari yang berada di seberang jalan depan rumah orang tua korban.

Saat itu saudari Erna masih melihat korban berjalan membuntuti di belakangnya. Kemudian pada saat menyeberang jalan dia juga masih mendengar korban memanggil-manggilnya, namun dia masih terus berjalan.

Selesai menjemur Erna kembali ke rumahnya, lalu bersih-bersih perabotan rumah. Semula dia  mengira korban sudah diajak keponakannya bermain.

Selanjutnya, sesuai penuturan saksi Rozi (15), ketika berangkat sekolah sekira pukul 06.50 WIB, saat melewati jembatan kecil depan rumah orang tua korban, dia melihat ada tubuh bocah telungkup di saluran air. Rozi kemudian kembali ke rumah dan memberitahukan peristiwa yang dilihatnya itu kepada ibunya yang bernama Ngasri (38), masih terhitung bibi korban.

“Saksi saudari Ngasri selanjutnya menuju TKP, kemudian mengangkat korban yang diketahui adalah M Zaki Arifin, selanjutnya berteriak memanggil Erna, ibu korban,” jelas Kapolsek.

Penemuan korban langsung disambut tangis histeris ibunya. Mendengar itu warga sekitar pun berdatangan dan berupaya menolong korban dengan membawanya ke rumah Bidan Anisa. Selanjutnya dirujuk ke RS Muhammadiyah Sumberrejo, namun korban sudah dalam kondisi meninggal dunia.

Peristiwa ini langsung dilaporkan ke perangkat Desa Pejambon dan diteruskan ke Polsek Sumberrejo. Petugas kepolisian terdiri, Kapolsek Sumberrejo AKP M Nur Zjaeni bersama Kanit Reskrim Bripka Kastum, KA SPK A Bripka Sujatno, Bripka Karnoto, Bripka Setyo W, dan Brigadir Agung GP, segera mendatangi rumah duka dan TKP.

Turut mendampingi pula, Bidan Puskesmas Sumberrejo Anisa, petugas Satpol PP Kecamatan Sumberrejo Majid, Kasun Pejambon Ngadenan, dan Kaur Kesra Desa Pejambon Iswanto.

“Dari hasil pemeriksaan TKP, terdapat saluran air atau selokan antara rumah korban dan jalan desa. Lebar selokan air sekitar 60 centimeter dengan kedalaman sekitar 50 centimeter. Dan di dalam selokan air terdapat lumpur,” ujar AKP M Nur Zjaeni.

Sementara dari pemeriksaan medis diketahui ciri fisik korban tinggi badan 70 centimeter dan berat badan 10 kilogram. “Di tubuh korban juga tidak diketemukan tanda-tanda kekerasan. Diduga kuat korban meninggal dunia akibat terpeleset dan tenggelam di selokan air,” imbuhnya.

Terkait kejadian ini, tak lupa AKP M Nur Zjaeni mengingatkan para orang tua yang punya anak balita agar lebih waspada menjaga dan mengawasinya. “Keselamatan anak lebih utama daripada kesibukan yang lain,” pesannya.

Comments

comments