Kam. Okt 28th, 2021

Bengawan di Kabalan Menawarkan Keindahan, Tetapi Juga Menyimpan Bahaya

Kanor – Pemandangan Sungai Bengawan Solo di Desa Kabalan, Kecamatan Kanor ini memang menawarkan daya tarik wisata yang memesona. Karena itu para pendatang terutama para pelajar sekolah tertarik untuk bermain dan mandi di Bengawan yang melewati desa ini.

Namun dibalik keindahan dan pesona Bengawan Solo itu ia juga menyimpan bahaya. Beberapa tahun lalu sungai itu telah menewaskan dua bocah laki – laki. Kali ini sungai di desa ini kembali menghilangkan nyawa dua orang bocah perempuan. Hal itu membuat sejumlah warga dan kepala Desa Kabalan meminta agar warga berhati-hati saat bermain atau berenang di sungai itu. Mereka  harus berkali – kali memberikan peringatan ke sejumlah warga yang lain terutama para pendatang yang bertandang ke familinya di dekat sungai itu.

Kepala desa Kabalan, Abdul Khamid (45) mengungkapkan, kejadian bocah tewas tenggelam di Bengawan Solo di Desa Bakalan bukan kali ini saja terjadi melainkan beberapa tahun lalu juga menewaskan dua bocah. Tapi dulu berkelamin laki laki.

“Dulu ada tiga anak usia SMA yang tenggelam. Satu anak bisa diselamatkan sedangkan dua orang temannya tidak bisa diselamatkan dan tewas,” ujarnya pada BBC, sapaaan BeritaBojonegoro.com, Selasa (22/09).

Ia melanjutkan, bukan hanya itu saja, setelah menewaskan dua bocah itu, ada orang penjual alat alat seperti pisau, cangkul, sabit dan perkakas sejenis itu jatuh terasungkur saat melewati tanggul pada bibir Bengawan di Desa Kabalan ini. “Namun waktu itu si bapak setengah tua tersebut selamat karena bisa berenang,” ujarnya.

Masih kata Abdul Khamid, untuk korban yang baru saja terjadi, dua bocah yang bernama Leni Asita warga setempat dan Sofia Rahmawati warga Simbatan, Kecamatan Kanor, ini sebelumnya juga pernah mengalami tenggelam. Namun, kata dia kedua bocah ini diketahui oleh warga. secepat mungkin warga yang mengetahui melakukan pertolongan. Ia selamat saat kejadian pertamanya itu. “Baru pada kejadian yang kedua keduanya tak terselamatkan karena tidak ada sama sekali warga yang mengetahui kejadiannya saat itu,” ujarnya.

Abdul Khamid mengungkapkan, perihal korban yang tewas di Bengawan yang melintasi desa ini, kebanyakan mereka adalah famili yang bertandang ke rumah warga setempat. “Kebanyakan korbannya ini adalah orang – orang yang bukan asli sini yang bertandang ke familinya warga setempat,” terangnya.

Sebab itu kini warga dan perangkat desa setempat akan terus memberikan imbauan untuk warga dari luar desa yang bermain di sungai. Selalu memberikan peringatan dan imbauan kepada anak – anak dari warga setempat dan para pendatang atau famili yang bertandang ke warga setempat. “Kami akan terus memberikan imbauan saat tahlilan rutinan dan saat pertemuan – pertemuan lainnya” pungkasnya. (humas)

Comments

comments