Kam. Okt 28th, 2021

BLH dan Dinas ESDM Masih Menunggu Penelitian dan Uji Laboratorium

Kota-Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Bojonegoro telah menguji sampel air dan lumpur dari area semburan di Desa Jari Kecamatan Gondang. Hasil sementara dengan alat milik BLH, kandungan yang ada dinilai tidak berbaya. Sementara untuk hasil lebih jauh, masih dilakukan uji laboratorium di UPT BLH Mojokerto.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Kamis (07/04) sekira pukul 09.00 WIB, telah ditemukan semburan air bercampur lumpur yang keluar dari tanah milik perhutani wilayah Gunung Pedot, tepatnya Petak 147 BKPH Sukun, turut Dusun Kramat Desa Jari Kecamatan Gondang Kabupaten Bojonegoro. Semburan lumpur itu berbau minyak.

Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Bojonegoro Elsadeba Agustina, SH MKes, menjelaskan bahwa pihaknya telah mengambil sampel air dan lumpur dari lokasi untuk diteliti. “Kabid Pengkajian dan Laboratorium BLH bersama Tim telah mendatangi lokasi semburan dan mengambil sampel air dan lumpur untuk diteliti. Berdasarkan hasil uji yang dengan alat milik BLH, kandungan yang ada dinilai tidak membahayakan warga karena jauh dari permukiman. Sedangkan untuk kualitas airnya sendiri masih menunggu hasil uji laboratorium UPT BLH Mojokerto,” terang Elsadeba melalui sambungan seluler, Sabtu (09/04)

Ketika ditanya lebih jauh terkait upaya yang dilakukan BLH, Elsa mengatakan bahwa kewenangan penanganan fenomena semburan tersebut ada pada Dinas ESDM.

Sementara itu, Kepala Dinas ESDM Bojonegoro Agus mengatakan bahwa saat ini pihaknya akan mendatangkan tim ahli dari luar daerah dari berbagai  lembaga untuk meneliti semburan lumpur tersebut.

“Kami sudah kirimkan tim dari Pemkab untuk meneliti namum merasa kurang puas sehingga akan mendatangkan tim dari luar Bojonegoro yang benar benar kompeten di bidangnya,” kata Agus.

Agus menambahkan, penyebabnya kemungkinan akibat gesekan lempengan perut bumi. Apalagi kawasan tersebut diketahui merupakan daerah bebatuan yang  mudah mengalami pecah di bagian dalam sehingga saat pecah kandungan dalam perut bumi langsung keluar.

Semburan air bercampur lumpur dengan bau belerang tersebut untuk pertama kali ditemukan oleh Dasio, warga Desa Jari Kecamatan Gondang. Saat ditemukan hanya ada satu titik semburan, namun sekarang telah bertambah menjadi 3 titik dengan diameter lubang kurang lebih 3 m dan tinggi semburan kurang lebih 2 m.

Comments

comments