Sen. Sep 20th, 2021

Di Sukosewu, Seorang Petani Tewas Tersambar Petir

Sukosewu – Hujan pertama yang hampir merata di seluruh wilayah Bojonegoro, semestinya membawa kebahagiaan bagi warga Bojonegoro. Namun tidak bagi Yasri (45) dan Fitriani (22), warga Dusun Sukorame RT 022 RW 005 Desa Purwoasri, Kecamatan Sukosewu, Kabupaten Bojonegoro.

Hujan awal November itu malah membuat keduanya berduka. Pasalnya, suami sekaligus bapak keduanya, yakni Matrais (48), pada Selasa (03/11) malam, sekitar pukul 19.00 WIB, ditemukan meninggal dunia di sawah. Korban diduga tersambar petir.

Menurut penuturan Yasri, istri korban, sekitar pukul 14.30 WIB siang tadi, korban berangkat ke sawah miliknya. Pada hari-hari sebelumnya, biasanya korban sudah pulang dari sawah menjelang Maghrib, namun hingga lepas Isyak belum juga pulang.

Padahal sejak sore sekitar pukul 17.00 WIB, di wilayah Desa Purwoasri diguyur hujan sedang disertai gemuruh petir menyambar.

Karena khawatir terjadi apa-apa di sawah, selepas Maghrib pukul 18.30 WIB, Yasri ditemani beberapa warga dusun mencari korban di sawah miliknya. Ketika sampai di sawah yang letaknya cukup jauh dari rumah korban, para warga itu memanggil-manggil nama Matrais. Namun tetap tidak ada jawaban.

Keluarga dan warga pun dengan berbekal lampu senter terus menelusuri pematang sawah. Mereka sontak kaget ketika ada warga yang menemukan tubuh korban tergeletak sudah tidak bernyawa di tepi sawah. Keluarga korban pun langsung histeris.

Tidak menunggu lama, para warga menggotong tubuh korban dibawa pulang ke rumah duka. Beberapa warga langsung melaporkan kejadian tragis itu kepada pemerintah desa setempat dan dilanjut ke pihak Kepolisian Sektor Sukosewu.

Mendapat laporan warga, Kapolsek Sukosewu AKP Pujiono beserta empat anggotanya, bergegas meluncur menuju rumah korban dan melakukan olah TKP. Menurut hasil visum luar, yang dilakukan Bidan Desa Purwoasri, Martipah, tidak ada tanda-tanda penganiayaan di tubuh korban. Hanya bagian kepala atas korban ada tanda gosong.

Namun, menurut pemeriksaan TKP ditemukan topi milik korban dalam keadaan robek seperti bekas terbakar sambaran petir. Berbekal bukti itu muncul dugaan kuat korban meninggal karena tersambar petir saat hujan sore sebelumnya.

Selanjutnya korban diserahkan kepada keluarga untuk dikebumikan, disaksikan oleh Sekdes Purwoasri Kecamatan Sukosewu Triyanto dan tiga orang anggota Koramil Sukosewu, Serka Budi, Serka Nurali dan Sertu Nurkoli.

Malam itu juga, jenazah korban langsung dikebumikan, dan sekitar pukul 21.30 WIB, proses pemakaman selesai. Sementara itu hingga pukul 22.00 WIB di rumah korban masih banyak tetangga melayat dan tahlilan.

“Ini masih tahlilan, Mas,” ucap Ari Teguh (30) keponakan korban. (humas)

 

*) Foto suasana di rumah korban

Comments

comments