Sen. Mar 8th, 2021

Diduga Sakitnya Kambuh, Seorang Warga Gondang Bojonegoro Ditemukan Meninggal Dunia di Tegalan

Peristiwa Penemuan Mayat
Bojonegoro (Gondang) – Mijan bin Sakimun (63), warga Desa Pajeng RT 002 RW 001 Kecamatan Gondang Kabupaten Bojonegoro, pada Rabu (29/08/2018) sekira pukul 19.00 WIB, ditemukan meninggal dunia di tegalan yang berada di desa setempat.

Diduga korban meninggal dunia karena penyakit hipertensi atau tekanan darah tinggi yang sudah lama dideritanya kambuh dan tidak ada yang menolong hingga mengakibatkan korban meninggal dunia.

Menurut keterangan Kapolsek Gondang, AKP Puspito, sebagaimana dikutip dari keterangan saksi-saksi, bahwa kronologi peristiwa tersebut bermula pada Rabu (29/08/2018) sekira pukul 19.00 WIB, ada warga desa setempat yang mengetahui korban terjatuh di tegalan dalam kondisi tertelungkup.

“Setelah diteliti oleh saksi, korban ternyata sudah dalam keadaan meninggal dunia.” terang Kapolsek.

Mengetahui kejadian tersebut, selanjutnya saksi memberitahu warga dan melaporkan kepada kepala dusun setempat.

“Oleh perangkat desa setempat, selanjutnya peristiwa tersebut dilaporkan ke Polsek Gondang.” imbuh Kapolsek.

Mendapati laporan tersebut, Kapolsek bersama anggota dan petugas medis dari Puskesmas Gondang, segera menuju lokasi kejadian, guna melakukan identifikasi dan olah TKP dan diketahui korban dalam posisi terjatuh tertelungkup membujur ke arah utara-selatan dengan membawa peralatan pertanian berupa sabit dan alat makan berupa botol air kosong disampingnya.

Dari hasil identifikasi, lanjut Kapolsek, korban mengenakan kaos lengan panjang warna hitam kombinasi merah, celana pendek warna hijau lumut dan mengenakan sepatu kets warna putih kombinasi biru.

“Selanjutnya oleh petugas bersama warga, korban dievakuasi ke rumah duka,” lanjut Kapolsek.

Sementara berdasarkan hasil pemeriksaan atau visum luar yang dilakukan oleh petugas medis dari Puskesmas Gondang, yang disaksikan petugas, perangkat desa setempat dan ahli waris korban, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan atau penganiayaan pada tubuh korban.

Sedangkan berdasarkan keterangan dari keluarganya, korban memiliki riwayat sakit tekanan darah tinggi atau hippertensi yang sudah lama dideritanya.

“Diduga korban meninggal akibat penyakit hipertensinya kambuh dan tidak ada yang menolong, hingga akhirnya korban meninggal dunia,” imbuh Kapolsek.

Masih menurut Kapolsek, setelah dilakukan musyawarah, keluarga korban menolak untuk dilakukan otopsi dan menganggap kejadian ini adalah musibah dan keluarga korban membuat surat pernyataan yang isinya tidak akan menutut pihak manapun akibat terjadinya peristiwa tersebut.

“Untuk selanjutnya, jenazah korban diserahkan ke pihak keluarga untuk proses pemakaman.” pungkas Kapolsek.

Comments

comments