Ming. Mei 29th, 2022

Empati Dan Peduli, Kapolres Bojonegoro Beri Bantuan Kepada Anak Yatim Piatu dan Disabilitas

Bojonegoro – Kapolres Bojonegoro AKBP Muhammad didampingi para pejabat utama Polres Bojonegoro, Kapolsek Kota Bojonegoro, Bhabinkamtibmas Desa Kalirejo dan Babinsa Desa Kalirejo mengunjungi dan memberikan santunan serta bantuan sembako kepada anak yatim dan disabilitas di Desa Kalirejo Kecamatan Kota Bojonegoro, Sabtu(22/1/2022).

“Kami mendatangi dua anak yatim piatu yang berumur 15 tahun dan 8 tahun yang ditinggal oleh orang tuanya karena terpapar sakit dan saat ini tinggal bersama neneknya. Disini, kami hadir untuk bisa memberikan semangat dan menghibur kepada kedua anak tersebut,” kata Kapolres kepada awak media di lokasi.

Muhammad menambahkan selain memberikan santunan serta bantuan sembako kepada kedua anak yatim piatu tersebut, pihaknya juga memberikan santunan serta bantuan sembako kepada seseorang yang mengalami disabilitas sejak lahir dan saat ini berbaring sakit.

“Kita juga memberikan bantuan kepada warga Desa Kalirejo yang mengalami disabilitas sejak lahir,” tambahnya.

Sementara itu, Kapolres Bojonegoro, AKBP Muhammad mengatakan bantuan sosial ini menggunakan dana yang berasal dari kegiatan sedekah setiap hari yang dikompulir oleh anggota Polres Bojonegoro.

“Kegiatan bakti sosial ini merupakan merupakan salah satu progam prioritas Polres Bojonegoro untuk berbagi kepada warga yang kurang mampu khususnya di wilayah hukum Polres Bojonegoro,” kata AKBP Muhammad.

Dari pantuan awak media ini, Kapolres Bojonegoro memberikan bantuan sembako dan santunan kepada Yatno Puji Syukur, 15, Desa Kalirejo Rt. 11/Rw. 02 Kecamatan Kota Bojonegoro, Muhammad Abdul Sumar, 8, Desa Kalirejo Rt. 11/Rw. 02 Kecamatan Kota Bojonegoro dan Supi, 41, Desa Kalirejo Rt. 11/Rw. 02 Kecamatan Kota Bojonegoro.

Kedua anak yatim piatu yang mendapatkan kunjungan Kapolres Bojonegoro tersebut yakni Yatno Puji Syukur dan Muhammad Abdul Sumar, kedua orang tuanya meninggal dunia karena sakit dan saat ini kedua anak yatim piatu tinggal bersama neneknya. Sedangkan Supi karena menderita disabilitas sejak lahir dan kondisi berbaring dirumahnya. (waf/humasresbjn)

Comments

comments