Sen. Sep 16th, 2019

Gara-gara Diterjang Banjir Sebuah Jembatan Penghubung di Ngasem Bojonegoro Dilaporkan Putus

Bojonegoro – Akibat banjir yang terjadi di Kali Krikil yang berada di Desa Bareng Kecamatan Ngasem Kabupaten Bojonegoro, pada Sabtu (15/12/2018) kemarin petang, mengakibatkan jembatan penghubung di desa tersebut putus. Jembatan tersebut merupakan akses penghubung warga di Dusun Jepon Desa Bareng RT 016 Kecamatan Ngasem, sehingga kurang lebih 50 KK yang berada di dusun tersebut terganggu aktivitasnya.

Tidak ada korban jiwa maupun korban luka-luka dalam peristiwa tersebut, sementara kerugian material masihh dalam pendataan petugas.

Informasi yand didapat awak media ini dari Kanit Sabhara Polsek Ngasem, Iptu Eko Bambang Riadi SH, bahwa kronologi peristiwa tersebut bermula, pada Sabtu (15/12/2018) sore, turun hujan yang cukup deras di kawasan desa tersebut. Selanjutnpa pada pukul 18.45 WIB, warga setempat mendengar suara berisik seperti pohon roboh, yang berasal dari kali tersebut, sehingga perangkat desa setempat bersama warga segera mendatangi sumber suara tersebut.

“Setelah dicek, ternyata jembatan penghubung Kali Krikil, putus,” tutur Iptu Eko, Minggu (16/12/2018) siang.

Iptu Eko BR menambahkan, pada Minggu (16/12/2018) pagi, Polsek Ngasem mendapat laporan dari perangkat desa setempat. Selanjutnya dirinya bersama anggota yang lain, segera mendatangi lokasi tersebut.
Diketahui, jembatan yang putus tersebut berukuran panjang 25 meter, lebar dua meter, tinggi delapan meter, penyangga jembatan terbuat dari cor, bantalan jembatan dari besi, sedangkan alas atau lantai jembatan terbuat dari gedheg atau anyaman bambu.

“Jembatan tersebut merupakan akses penghubung warga di Dusun Jepon,” kata RT 16 ds bareng ke Ds bareng kec. Ngasem Kab. Bojonegoro.

Masih menurut Iptu Eko BR, meskipun sudah dalam kondisi putus, masih banyak warga khususnya pengendara motor, yang nekat melintasi jembatan tersebut. Warga saling bantu untuk menyeberangkan motor warga yang lain.

“Tadi kami sempat membantu menyeberangkan kendaraan warga, karena masih banyak warga yang melintasi jembatan tersebut.” kata Iptu Eko BR.

Sementara itu, Kapolsek Ngasem, AKP Dumas barutu SH, kepada awak media ini menuturkan bahwa sambil menunggu tindak lanjut perbaikan jembatan tersebut untuk sementara petugas memasang garis polisi (police line), agar warga untuk sementara tidak melintas pada jembatan nyang putus tersebut.

“Guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan sementara kami pasang garis polisi,” kata Kapolsek

Kapolsek menambahkan, pihaknya juga telah berkoordinasi dengan pemerintah desa dan Forpimca Ngasem, untuk mengupayakan pembangunan jembatan penghubung tersebut.

“Sedang kita upayakan perbaikan jembatan yang putus tersebut dengan pemerintah,” tutur AKP Dumas Barutu SH.

Secara terpisah, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bojonegoro, Nadif Ulfia SSos, dihubungi awak media ini melalui sambungan telepon seluler pada Minggu (16/12/2018) siang menyampaikan, setelah pihaknya menerima laporan, tim TRC BPBD Bojonegoro segera mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan assessment.

Selanjutnya, pihaknya akan berkoordinasi dengan pemerintah desa, pemerintah kecamatan dan dinas terkait, untuk mengupayakan perbaikan jembatan yang putus tersebut.

“Nanti kami koordinasikan dengan dinas teknis terkait,” tuturnya.

Comments

comments