Kam. Okt 28th, 2021

Jamaah Haji Bojonegoro Siap Wukuf di Arofah

Kota – Jamaah haji asal Bojonegoro yang saat ini berada di Makkah, Arab Saudi, siap memulai proses ibadah haji. Mereka akan memulai wukuf di Arofah pada 23 September 2015. Sehari sebelumnya (22/09) mereka harus Mabit (bermalam) di Mina.

Setelah terjadi musibah badai pasir yang mengakibatkan jatuhnya crane (alat berat) di Masjidil Haram, jamaah haji asal Bojonegoro terutama orang tua diimbau lebih banyak berdiam di hotel. Jamaah haji asal Bojonegoro terbagi dalam tiga kelompok terbang (kloter) yaitu 32, 33, dan 34. Jamaah haji kloter 32 menginap di hotel Raudhoh yang berjarak sekitar dua kilometer dari Masjidil Haram. Sedangkan, jamaah haji kloter 33 dan 34 menginap di hotel Mahbasin yang jaraknya sekitar satu kilometer dari Masjidil Haram.

Menurut Kasi Penyelanggara Haji dan Umrah, Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Bojonegoro, Wakhid Priyono, saat ini sebanyak 1.156 jamaah haji asal Bojonegoro dalam keadaan baik. Sebelumnya dikabarkan ada satu jamaah haji yaitu Zahrotun Nikmah, asal Desa Pacul, Kecamatan bojonegoro, terluka akibat terkena pecahan keramik saat kejadian jatuhnya crane dan reruntuhan atap Masjidil Haram.

“Tapi kondisi Zahrotun Nikmah sudah membaik. Begitu pula kondisi suaminya, Jalil, juga sudah baik. Mereka kini tinggal istirahat di hotel,” ujar Wakhid Priyono.

Menurut Wakhid, kondisi cuaca di Makkah saat ini kurang bersahabat. Badai pasir, hujan deras, dan mendung sering terjadi di Makkah. Oleh karena itu, kata dia, jamaah haji asal Bojonegoro telah diimbau agar senantiasa menjaga kesehatan dan berhati-hati.

“Setiap kloter jamaah haji itu didampingi oleh seorang dokter dan dua paramedis. Dokter selalu memeriksa kondisi kesehatan jamaah haji terutama orang tua,” ujarnya.

Para jamaah haji, kata dia, harus menyiapkan kondisinya secara prima saat memulai ibadah wukuf Arofah. Sebab, kata dia, ibadah wukuf itu terbilang berat apalagi ditambah dengan kondisi cuaca yang kurang mendukung saat ini.

“Cuaca di Makkah saat ini sangat ekstrem. Para jamaah haji harus benar-benar menyiapkan kondisinya,” ujarnya.

Sementara itu, kondisi di Masjidil Haram, kata Wakhid, saat ini sudah normal setelah musibah jatuhnya crane itu. Para jamaah haji seperti biasa  melaksanakan ibadah umrah dan thawaf di sekitar Masjidil Haram.

“Saat ini kondisi di Masjidil Haram sudah normal seperti biasa. Cuma, para jamaah haji diimbau lebih berhati-hati. Kalau cuaca tidak bersahabat, segera beristirahat,” ujarnya. (humas)

Foto : katariau.com

Comments

comments