Ming. Sep 20th, 2020

Kapolres Bojonegoro Hadiri Rakor Tim Terpadu Penanganan Konflik Sosial

Bojonegoro – Kapolres Bojonegoro, AKBP M Budi Hendrawan, SIK MH menghadiri Rapat Koordinasi Tim Terpadu Penanganan Konflik Sosial Kabupaten Bojonegoro Tahun 2020, yang bertempat di gedung Angling Dharma Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro, Rabu,(12/02/2020).

Kegiatan Rapat Koordinasi Tim Terpadu Penanganan Konflik Sosial Kabupaten Bojonegoro Tahun 2020 dengan tema Singergitas Tim Terpadu Penanganan Konflik Sosial Dalam Mengawal Pilkades yang Jujur, Adil dan Bermartabat di Kabupaten Bojonegoro.

Dalam kegiatan tersebut, dihadiri oleh Bupati Bojonegoro, DR. Hj. Anna Mu’awanah, Kapolres Bojonegoro, AKBP M Budi Hendrawan, SIK MH, Kajari Bojonegoro, Sutikno SH. MH, Kasdim 0813 Bojonegoro, Mayor Inf Hairil Ahmad, Plt. Kakesbangpol Bojonegoro, Ahmad Gunawan F. S, STP, Jajaran Forkopimcam Bojonegoro, Para tamu undangan.

Sambutan, Kasdim 0813 Bojonegoro, Mayor Inf Hairil Ahmad, menjelaskan Rapat Koordinasi Tim Terpadu penanganan Konflik Sosial Kabupaten Bojonegoro Tahun 2020 untuk menjaga dan memelihara stabilitas daerah Bojonegoro yang mana pada tanggal 19 Februari 2020 nanti akan ada Pilkades Serentak Gelombang lll, maka dari itu diperlukan sinergitas semua unsur didalamnya. Bukan saja pemerintah daerah, TNI Polri, Kejaksaan dan instansi terkait lainnya, tetapi hendaknya melibatkan seluruh elemen masyarakat. Dengan kebersamaan itu, sekaligus menjadi kekuatan kita untuk lebih giat bekerja dan berkarya sehingga Kabupaten Bojonegoro yang kita cintai selalu kondusif dan aman.

Dilanjutkan sambutan, Kajari Bojonegoro, Sutikno SH. MH, bahwa Rapat Koordinasi Tim Terpadu penanganan Konflik Sosial Kabupaten Bojonegoro Tahun 2020, bertujuan untuk mengefektifkan keterpaduan dan kordinasi antar aparatur Pemda dengan instansi vertikal terkait di daerah.

Kapolres Bojonegoro, AKBP M Budi Hendrawan, menjelaskan untuk kegiatan kampanye Pilkades sampai saat ini di hari ke dua masih dalam keadaan aman adan kondusif. Kita harap dari pihak keamanan jangan lengah dan selalu waspada, karena tidak kemungkinan besar pasti ada konflik kecil maupun besar yang bisa membuat Pemilihan Kades terganggu. Disamping itu, pihak keamanan tetap konsisten, netral, bersama – sama untuk menjaga kestabilitas Pilkades Serentak Gelombang lll di Kabupaten Bojonegoro. Apabila terjadi permasalahan sekecil apapun segera koordinasikan sehingga dapat terselesaikan, selalu mengingatkan kepada panitia Pilkades harus netral jangan sampai nampak keberpihakan.

Sementara itu, masih sambutan Bupati Bojonegoro, DR. Hj. Anna Mu’awanah, bahwa kegiatan rapat ini dalam upaya Pemerintah Daerah mensinergikan program pemerintah pusat dengan daerah untuk mencegah adanya indikasi atau kecenderungan atau resiko konflik sosial. Tidak boleh meremehkan konflik kecil, karena di Kabupaten Bojonegoro sangat rawan oleh konflik sosial yang terjadi pada saat Pemilihan Kades, karena masyarakat Bojonegoro sangat Fanatik jika ada kegiatan even – even pemilihan. Perlu adanya sinergitas semua unsur didalamnya bukan saja Pemerintah Daerah, namun TNI Polri, Kejaksaan dan instansi terkait lainnya, tetapi hendaknya melibatkan juga seluruh elemen masyarakat Bojonegoro. Dengan kebersamaan itu, sekaligus menjadi kekuatan kita untuk lebih giat bekerja dan berkarya sehingga Kabupaten Bojonegoro yang kita cintai akan terus maju dan bekembang seirama dengan harapan kita semua demi kesejahtetaan seluruh masyarakat.

Selesai kegiatan Rapat Koordinasi, Kapolres Bojonegoro, saat ditemui awak media, menjelas masyarakat Bojonegoro euforianya tinggi dalam even Pilkades. Pelaksanaan pengamanan kampanye, 3 pilar sangat dibutuhkan sehingga berjalan dengan baik kompak di lapangan, apabila terjadi permasalahan sekecil apapun segera dilaporkan dan dikoordinasikan sehingga cepat terselesaikan. Sedangkan untuk petugas pengamanan, panitia Pilkades harus netral jangan sampai nampak keberpihakan.

“Dengan adanya rapat koordinasi ini, saling bersinergi antara TNI Polri dan Pemkab hingga tingkat Kecamatan. Polres Bojonegoro terus melakukan koordinasi dengan TNI dan instansi terkait, dalam pengawasan dan pemantauan tahapan pilkades, sehingga sekecil apapun kerawanan dapat dicegah dan diatasi,” pungkas mantan Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Jatim. (waf/humas)

Comments

comments