Sen. Sep 16th, 2019

Kerugian Akibat Kebakaran Capai Rp 13 Miliar

Kota – Bencana kebakaran rawan terjadi selama musim kemarau tahun ini. Cuaca yang panas, angin kencang, serta banyaknya material yang mudah terbakar memicu rawannya terjadi kebakaran. Selama tahun 2015 ini saja kejadian kebakaran terjadi di 22 desa di 14 kecamatan. Sedangkan, kerugian material yang ditimbulkan mencapai Rp13 miliar.

Menurut Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bojonegoro, Andik Sudjarwo, kerugian material akibat kebakaran itu mencapai Rp13 miliar. Kerugian yang paling besar yakni akibat terjadinya kebakaran rumah dan gudang meubel di Jalan Brigjen Sutoyo, Desa Sukorejo, yang mencapai Rp11 miliar. Kemudian, kerugian kebakaran lainnya seperti rumah di kompleks pondok pesantren di Kedungadem terakhir itu mencapai Rp70 juta.

“Bencana kebakaran masih rawan terjadi selama musim kemarau ini,” ujarnya.

Ia mengatakan, pemicu terjadinya kebakaran bermacam-macam. Tetapi yang paling banyak yakni akibat adanya hubungan arus pendek listrik, membuang puntung rokok sembarangan, tungku perapian di dapur yang dibiarkan menyala, dan pembakaran sampah.

Selain itu, kejadian kebakaran juga rawan terjadi di kawasan hutan. Namun, kata dia, untuk kebakaran di kawasan hutan ini ditangani oleh pihak Perhutani. “Sebenarnya kalau kami dimintai bantuan juga akan langsung meluncur ke lokasi kebakaran di hutan itu,” ujarnya.

Bila terjadi kebakaran, kata Andik, pihaknya siap membantu pemadaman. Petugas pemadam kebakaran dan mobil pemadam kebakaran di BPBD Bojonegoro, BPBD Cabang Padangan, BPBD Cabang Temayang, dan BPBD Cabang Baureno setiap waktu akan siap membantu upaya pemadaman di lokasi kejadian. (rul/kik)

Comments

comments