Jum. Jul 30th, 2021

Korban Kebakaran Sementara Tinggal Bersama Saudara

Kota-Korban kebakaran di Jalan Untung Suropati, Bojonegoro Kota, Maskun (45) berprofesi sebagai tukang becak yang tidak punya pendapatan yang pasti. Sedangkan Siti Fatimah (48), istri Maskun, adalah tukang jahit rumahan yang juga tidak terlalu punya pelanggan banyak.

Mereka dikaruniai empat anak. Dua anak sudah dewasa dan berkeluarga, sementara yang dua masih sekolah (kelas 3 SMA dan kelas 3 SMP). Yang berkeluarga sudah tinggal sendiri-sendiri. Yang sulung di Tangerang dan yang kedua di Mojokampung. Cucu dari anak yang di Jakarta itu ikut tinggal bersama dia. Umurnya masih dua tahun.

Saat kejadian, Maskun sedang berada di depan rumah bersama cucu balitanya itu yang baru saja diganti pakaiannya oleh Fatimah. Sedangkan Fatimah sendiri sedang berada di dalam kamar bersama anak terakhirnya, Siti Masruroh, yang masih kelas 9 SMP. Sedangkan kedua pekerja sedang memperhalus lantai mester di ruamg tengah. Dan anak ketiganya, kakak Masruroh, M. Sakhirul sedang tidak berada di rumah sejak makan siang sehabis jum’atan.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, rumah keluarga Maskun yang baru saja akan selesai direnovasi itu, dilahap si jago merah hingga ludes tanpa sisa. Rumah itu direnovasi atas bantuan salah satu partai politik di Bojonegoro dan baru akan diresmikan besok (17/10). Rumah itu dihuni oleh Maskun bersama istri dan kedua anaknya.

Tidak ada yang bisa diselamatkan dalam kejadian itu karena begitu cepatnya api melahap rumah yang terbuat dari kayu itu. Fatimah mengaku bahwa selesai kejadian dia dan keluarga berencana akan menumpang pada saudara yang tidak jauh dari rumahnya, Siti Mujayana (47).

Siti Mujayana yang sedang duduk di samping Fatimah, membenarkan itu. “Saya sangat bersedia menerima kakak saya,” ujarnya.

“Sampai kakak saya punya rezeki untuk bangun rumah lagi. Saya akan membantu kakak saya. Juga keponakan saya untuk sekolah. Saya harus balas budi kepada kakak saya. Karena merekalah dulu yang membantu saya,” tegasnya.(humas)

Foto saat proses pemadaman

Comments

comments