Rab. Agu 4th, 2021

Kue Rangin, Tak Lekang Oleh Jaman

Kota – Kue rangin, salah satu jajanan yang masih bertahan di era mobilitas ini. Di saat kue-kue lain selalu berkreasi dengan cokelat dan vanila. Kue rangin, sederhananya masih menggunakan campuran dari kelapa muda, tepung beras, tepung terigu dengan toping gula pasir.

Salah satu pedagang kue rangin yang bermangkal di depan Islamik Center mengaku bahwa dirinya sudah 36 tahun berprofesi sebagai pedagang kue rangin. Dari anak-anaknya SD sampai sekarang sudah bekerja semua, di batu bara.

Keuntungan yang didapatnya sehari sekitar Rp 70.000 sampai dengan Rp 100.000. Besarnya keuntungan tergantung dari harga kelapa, sebagai bahan baku utamanya. Bila harga kelapa naik, keuntungan yang didapatnya juga sedikit. Sedangkan harga jual kue rangin tetap seribu rupiah.

“Menjual kue rangin memiliki ciri khas yaitu dipikul. Karena rasa kue rangin akan berbeda bila tidak dipikul, seperti didorong gerobak misalnya.” ujar Panidi lelaki berusia 48 tahun ini. Resep kue rangin ini didapatnya saat merantau ke Surabaya ikut pedagang kue rangin juga. Sebulan kemudian kembali ke Bojonegoro menjual kue rangin ini sendiri.

Yang menarik adalah, Panidi tetap menggunakan minyak tanah sebagai bahan bakar kompornya. Alasannya, selain faktor keamanan, juga akan mempengaruhi kualitas kue.

Salah satu pelanggan Panidi adalah Fiko yaitu bocah berusia lima tahun yang sekolah di TK B II. “Rasa kue rangin enak, manis, gurih,” ucapnya puas memakan lima kue rangin.(ver/asm)

Comments

comments