Liburan Tahun Baru, Objek Wisata Jadi Ajang Mesum

0

Dander – Liburan tahun baru banyak dimanfaatkan oleh keluarga dan anak-anak muda untuk berkunjung ke objek wisata lokal Bojonegoro. Di wilayah Bojonegoro sisi selatan dan barat terdapat beberapa obyek wisata seperti air terjun Kedung Maor di Kecamatan Temayang, khayangan api di Kecamatan Dander, kebun belimbing di Kalitidu, Waduk Gongseng di Gondang, dan wisata tirtawana di Dander.
Namun sayang anak-anak muda yang mendatangi lokasi itu memanfaatkan rimbunnya semak belukar dan teduhnya pepohonan di area wisata untuk bercumbu mesra. Di kawasan wisata tirtawana Dander misalnya, banyak pasangan mudi-mudi yang melakukan adegan tidak pantas diatas sepeda motor maupun di bawah pepohonan. Ada yang berciuman, berpelukan bahkan saling meraba.

Banyaknya pasangan anak baru gede (ABG) yang pacaran tak sewajarnya di tempat umum itu dikeluhkan beberapa pengunjung lainnya. Lisnawati (24) misalnya, dia mengaku miris melihat tindakan muda-mudi yang melakukan hubungan tak pantas itu.

“Apalagi di tempat umum (obyek wisata), kan tidak pantas. Toh nanti kalau dilihat anak kecil takutnya ditiru,” ujarnya waswas.

Senada diungkapkan Yanto (57) pengunjung asal Kecamatan Baureno, dia berharap kedepan seluruh obyek wisata di Bojonegoro diberi petugas khusus untuk menjaga muda-mudi yang berpacaran melebihi batas sewajarnya. Itu agar obyek wisata di Bojonegoro benar-benar menjadi tujuan rekreasi bahkan edukasi bagi keluarga juga anak-anak.

“Bukan untuk menjadi tempat mesum pemuda. Tempat wisata itu untuk rekreasi, menghilangkan penat mencari suasa hiburan, bukan malah dipenuhi pemuda pacaran,” tandasnya.

Obyek wisata bendung gerak dan kebun belimbing di Ngeringinrejo, Kalitidu, Bojonegoro juga terdapat pemandangan yang sama. Muda-mudi yang umurnya masih belasan tahun banyak yang berpacaran di atas sepeda motor, di bawah pohon belimbing juga bawah jembatan bendung gerak. Itu jika tidak diawasi oleh pemerintah setempat, dapat dipastikan korban asusila di Bojonegoro ke depan akan meningkat.

Dalam kurun waktu dua bulan terakhir ini, tiga anak dibawah umur telah menjadi korban pemerkosaan. Di Kecamatan Baureno bocah 8 tahun diperkosa pembantunya, di Kecamatan Kapas bocah 14 tahun digilir empat pemuda yang umurnya masih 16-17 tahun, serta di Kecamatan Purwosari gadis SMP berumur 16 tahun diperkosa sepupunya hingga kini hamil lima bulan kandungan.

Perbuatan layaknya suami istri itu dikalangan ABG saat ini seolah menjadi tren. Di mana-mana kasus gadis hamil diluar nikah meningkat. Sehingga untuk mengantisipasi hal itu pemerintah harus tanggap dan segera menangkalnya.

“Kita sudah memberi sosialisasi dan larangan agar tidak melakukan hubungan seks diluar nikah baik di sekolahan, tempat umum juga ke rumah-rumah. Saya berharap peran orang tua, guru juga lingkungan turut memberi larangan ini,” ujar Kepala Unit Pembinaan Perempuan dan Anak (UPPA) Kabupaten Bojonegoro, Ummu Hanik.(humas)

Comments

comments

Share.

About Author

1