Sel. Mei 18th, 2021

Mantan Kades Petak Diamankan Polisi

Kota – Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Bojonegoro, Kamis (10/09) petang, telah mengamankan satu orang penambang pasir mekanik tanpa izin. Pelaku bernama IS (53), pengusaha pasir dari Desa Petak, Kecamatan Malo, diamankan pukul 16.00 WIB.

Dia terbukti menjadi pemilik aktivitas penambangan pasir mekanik ilegal di bantaran Sungai Bengawan Solo. Dalam melakukan usaha, pelaku IS, yang juga mantan Kades Petak, diketahui menggunakan alat mekanik atau mesin sedot disel, tanpa dilengkapi Izin Usaha Pertambangan (IUP), Izin Pertambangan Rakyat (IPR), maupun Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK).

Menurut keterangan Wakapolres Bojonegoro, Kompol Ikhwanuddin, setelah menghimpun keterangan dari keempat saksi yang juga pekerja di lokasi tambang milik IS, Tempat Kejadian Perkara (TKP) di wilayah Desa Petak, Kecamatan Malo. Diketahui bahwa usaha sedot pasir menggunakan alat mekanik tersebut sudah dijalankan sejak setahun lalu. “Pelaku baru terungkap kemarin, dan langsung diamankan petugas,” ujar Wakapolres saat rilis media, Jumat (11/09) pagi.

Selain pelaku, Satreskrim Polres Bojonegoro juga mengamankan satu unit mesin disel sedot merk Domfeng, dua buah paralon 4 dim, satu selang spiral besar, dan sebuah jeep pasir‎ dari TKP. Sedangkan empat pekerja, yakni Sup (44), Sum (46), Pat (28), Kus (38). Keempat warga Desa Petak, Kecamatan Malo, itu hanya dijadikan saksi dan tidak ditahan.

Tersangka IS dijerat Pasal 158 Undang-Undang No. 04 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara. Termaktub, setiap orang yang melakukan usaha penambangan tanpa IUP, IPR atau IUPK dipidana dengan pidana penjara maksimal 10 tahun dan denda maksimal Rp 10 miliar. (humas)

*) Foto tersangka tambang pasir ilegal

Comments

comments