Masih Banyak Anak SMP Kendarai Motor, Kasat Lantas Imbau Kepala Desa Turut Edukasi Warga

0

Bojonegoro – Terkait maraknya anak-anak pelajar tingkat SMP yang mengendarai sepeda motor, Kasat Lantas AKP Aristianto BS SH SIK, mengimbauan para kepala desa untuk turut serta dan proaktif memberikan edukasi kepada warganya, dalam hal keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran lalu-lintas (kamseltibcar lantas).

Hal tersebut disampaikan juga pada Kepala Desa Bobol Kecamatan Sekar, saat Kasat Lantas berkunjung ke desa tersebut untuk memberikan bantuan sosial kepada salah satu warga desa setempat, pada
Sabtu (09/12/2017).

“Kami harap kepada pak kades untuk turut serta dan proaktif memberikan edukasi kepada warganya, karena selain melanggar, kita juga harus menyayangi nyawa anak-anak kita, usia SMP masih belum cakap dalam mengambil keputusan di jalan raya,” ungkap AKP Aris.

AKPAris menambahkan bahwa berdasarkan data di kepolisian, kejadian kecelakaan lalu-lintas di wilayah hukum Polres Bojonegoro yang menimpa kalangan pelajar menempati posisi kedua tertinggi dalam hal korban meninggal dunia dan tidak sedikit korban masih tergolong anak-anak.
Hal tersebut disebabkan karena usia dibawah 17 tahun, tentu masih belum cakap dan sangat berisiko mengendarai kendaraan tanpa adanya pengetahuan berlalu lintas serta tanpa adanya uji SIM.

“Usia di bawah 17 tahun secara mental dan emosional cenderung masih labil dan belum ada kecakapan dalam mengambil keputusan,” kata AKP Aris.

Tak lupa, melalui media ini Kasat Lantas berpesan kepada para kepala desa agar turut berpartisipasi dalam mewujudkan serta menggelorakan tahun keselamatan berlalu-lintas.
Ke depan pihaknya juga akan mengagendakan untuk melakukan sosialisasi kamseltibcar lantas kepada kepala desa termasuk juga pada warga.

“Kami berharap pada para kepala desa maupun pihak-pihak lain untuk turut berupaya dan mewujudkan situasi kamseltibcar lantas yang kondusif, mari kita stop pelanggaran, stop kecelakaan, keselamatan untuk kemanusiaan.” harap AKP Aris.

Sementara itu, Kepala Desa Bobol, Harinto, dirinya juga mengutarakan kendala yang dihadapi warganya terkait masih banyaknya warga di desanya, termasuk anak-anak usia SMP, yang mengendarai sepeda motor di jalan raya. Hal tersebut dikarenakan tidak tersedianya transportasi umum untuk anak anak sekolah.

“Sementara masih banyak anak-anak yang menggunakan motor karena akses dari rumahnya ke sekolah cukup jauh dan tidak ada kendaraan umum,” keluh Harinto.

Comments

comments

Share.

About Author

1