Ming. Des 8th, 2019

Mengantisipasi Keterlibatan Demo dan Kenakalan Remaja, Kapolres Bojonegoro Beserta Para Perwira Menjadi Irup di Sekolah

Bojonegoro – Untuk mengantisipasi kenakalan remaja dan keterlibatan pelajar tingkat SMA/SMK dalam aksi unjuk rasa yang berpotensi kekerasan serta penyebaran berita Hoax, Kapolres Bojonegoro, AKBP Ary Fadli melakukan sosialisasi kepada pelajar di SMK 4 Bojonegoro dengan menjadi Pembina Upacara pada kegiatan Police Goes to School, Senin (30/09/2019).

Disampaikan oleh Kapolres bahwa untuk mewujudkan SDM unggul yang mampu berkompetensi dunia luar dan nantinya bisa membanggakan Indonesia dan memajukan Indonesia, para pelajar harus mempersiapkan diri untuk menjadi generasi yang unggul, generasi yang lebih baik dan berkarakter.

Merujuk surat edaran Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy nomor 9 tahun 2019 tertanggal 27 september 2019, tentang pencegahan keterlibatan peserta didik dalam aksi unjuk rasa berpotensi kekerasan, Kapolres meminta Kepala Sekolah agar melakukan langkah-langkah pencegahan diantaranya memastikan pengawas sekolah, guru untuk dapat memantau, mengawasi, serta menjaga keamanan dan keselamatan peserta didik di dalam dan di
luar lingkungan sekolah.

Selain itu juga menjalin kerja sama dengan orang tua atau wali murid untuk memastikan putera dan puterinya mengikuti proses pembelajaran sesuai dengan ketentuan.

“Siswa itu masih tanggung jawab guru dan
orang tua, karena menurut undang undang statusnya masih sebagai warga negara yang dilindungi belum dewasa, belum bisa mengambil keputusannya sendiri,” ucap Kapolres

Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi mengubah pola interaksi, awalnya interaksi dilakukan di dunia nyata dengan face to face communication, namun sekarang masyarakat membentuk interaksi di dunia maya melalui media sosial.

Kecanggihan teknologi yang diawali dengan munculnya internet dapat menghubungkan antar manusia dari belahan dunia yang tidak saling mengenal, kini masyarakat memiliki alternatif lain untuk berinteraksi sosial di balik pentingnya fungsi media sosial saat ini, sisi negatif dari media sosial adalah penyebaran berita hoax.

Berita hoax termasuk berita sensasi yang belum tentu benar kebenarannya tetapi dapat memprovokasi pembacanya melakukan tindakan di luar nalar dan pikiran, dampak yang ditimbulkan juga sangat membahayakan.

“Remaja yang berstatus pelajar sangat rentan menjadi pelaku penyebaran hoax atau berita bohong di jagat maya, setiap informasi yang masuk apalagi yang sensasional jangan langsung disebarkan, cari dahulu kebenarannya,” kata Kapolres.

“Gunakan sosial media sesuai fungsi asalnya, open your mind, stop share to hoax, unity be saved! NKRI bersatu selamanya!”, tambah Kapolres.

Sementara itu, kegiatan Police Goes To School sendiri dilaksanakan secara serentak oleh jajaran Polres Bojonegoro, para perwira Polres Bojonegoro menjadi Irup dibeberapa sekolah yang ada di Kota Bojonegoro dan para Kapolsek menjadi Irup di sekolah-sekolah yang ada di wilayah hukum Polsek setempat.

Comments

comments