Menghadiri Gemar Sang Tatas dan Puldadis, Kapolres Bojonegoro Mendapatkan Sertifikat Kantor Polsek

0

Bojonegoro – Menghadiri kegiatan “Gemar Sang Tatas dan Puldadis” (Gerakan Masyarakat Pemasangan Tanda Batas dan Pengumpulan Data Yuridis) di Dusun Kalipang Desa Leran Kecamatan Kalitidu Bojonegoro pada Rabu (17/10) pagi, Kapolres Bojonegoro, AKBP Ary Fadli SIK MH MSi, saat kami temui seusai acara berharap agar warga memanfaatkan untuk mensertifikatkan tanahnya.

“Kegiatan ini mempunyai dampak dan manfaat yang besar bagi warga diantaranya adalah memberikan kepastian hukum terkait kepemilikan tanah,” ujar Kapolres, AKBP Ary Fadli.

Pada kegiatan “Gemara Sang Tatas dan Puldadis” pagi itu juga ada pemberian sertifikat secara simbolis, dan rompi dari KPN Bojonegoro, serta pemberian sertifikat Kantor Polsek Gondang yang diserahkan oleh Bupati Bojonegoro kepada Kapolres Bojonegoro.

Sementara itu, Bupati Bojonegoro Dr. Hj. Anna Muawanah dalam sambutannya mengatakan, bahwa Pemkab Bojonegoro sangat menukung program PTSL yang dilakukan oleh BPN.

“Tentunya dengan telah bersertifikat seluruh tanah milik warga Bojonegoro, akan menaikan harga tanah tersebut, hal ini akan memacu pertumbuhan ekonomi warga dan terkait status tanah juga,” ungkapnya

Menurut Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Badan Pertanahan Nasional (BPN) Provinsi Jawa timur, Drs Hery Santoso, bahwa launching Gemara Sang Tatas Puldatis atau Gerakan Masyarakat Pemasangan Tanda Batas dan Pengumpulan Data Yuridis di Kabupaten Bojonegoro ini adalah gerakan pendataan tanah dalam rangka persiapan PTSL tahun 2019.

Menurut Hery Santoso, gerakan ini sangat luar biasa, karena di Jawa timur baru ada di Kabupaten Bojonegoro yang melakukan Gerakan masyarakat pemasangan tanda batas dan pengumpulan data yuridis yang didukung oleh kepala desa dan masyarakat dengan kompak.

“Ke depan, Inshaa Allah dalam program PTSL 2019, rencananya kita akan menambah 80.000 bidang tanah bisa tercapai,” kata Hery Santoso.

Masih menurut Hery Santoso, bahwa Kabupaten Bojonegoro untuk tahun 2018 mendapat alokasi PTSL sebanyak 65.000 bidang tanah. Di tahun 2017 mendapatkan alokasi 27.000 bidang tanah, yang disertifikatkan melalui PTSL.

“Sedangkan sasaran penerima program PTSL adalah warga yang kurang mampu.” jelas Hery Santoso.

Comments

comments

Share.

About Author

1