Ming. Sep 19th, 2021

Nenek Sebatang Kara Tewas Gantung Diri

Sukosewu – Peristiwa gantung diri di Bojonegoro masih relatif tinggi. Setelah seorang kakek asal Ngraho ditemukan tewas tergantung, Rabu (09/09), tadi pagi seorang nenek asal Sukosewu juga ditemukan dalam keadaan yang sama, Senin (14/9) pagi.

Korban bernama Kasmi (58), warga Desa Pacing RT 01 RW 01, Kecamatan Sukosewu. Nenek sebatang kara itu harus mengalami kematian tragis. Dia memilih mengakhiri hidupnya dengan gantung diri di belandar rumahnya yang berlantai tanah.

Jasad korban kali pertama ditemukan Samirin (45), adik korban yang rumahnya berdekatan. Pagi itu, sekira pukul 06.00 WIB, Samirin mencari korban yang biasanya sudah bangun dan melakukan aktivitas. Namun pagi itu belum keluar juga dari rumahnya.

Dia lantas mengintip dari celah pintu rumah korban. Dia pun kaget melihat tubuh korban tergantung di belandar rumah dan sudah tak bernyawa.

Selanjutnya dia melapor kepada kepala Desa Pacing dan dilanjut ke Polsek Sukosewu. Petugas Polsek segera mendatangi tempat kejadian perkara bersama petugas medis dari puskesmas setempat. Mereka segera melakukan pemeriksaan pada jasad korban.

Dari pihak keluarga, diketahui bahwa korban Kasmi selama ini hidup sebatang kara. Dia tidak mempunyai anak dan suami. Beberapa waktu lalu korban menjual seekor sapi miliknya, setelah itu dia tidak memiliki aktivitas. Setiap hari terlihat hanya murung dan berdiam diri di rumah.

“Kemungkinan korban mengalami depresi. Karena setiap malam tidak tidur dan sering keluar rumah berjalan tak tentu arah mengelilingi desa,” ujar Samirin, adik korban.

Kapolsek Sukosewu AKP Rasito, usai olah TKP dan mengumpulkan barang bukti berupa tali plastik warna biru yang digunakan gantung diri, menyampaikan, korban meninggal dunia murni karena gantung diri.

“Sebab, di tubuhnya tidak ditemukan tanda-tanda bekas penganiayaan. Korban pun langsung dimakamkan di pemakaman umum desa setempat,” ujarnya. (humas)

*) Foto korban tergantung

Comments

comments