Sel. Jan 19th, 2021

Pelaku Pembunuhan Brutal di Trucuk Sering Mengamuk Sendiri

Oleh : Mulyanto

 

Kalitidu – Masih tentang kasus Kasus penganiayaan yang mengakibatkan korban meninggal di Desa Pagerwesi Kecamatan Trucuk kemarin malam. Berdasarkan keterangan warga, sedah sejak lama pelaku menderita gangguan jiwa.

Sejak tiba di UPT Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Puskesmas Kecamatan Kalitidu sekitar pukul 23.00 WIB malam kemarin, P selalu diam dan tidak mau makan sampai sore ini, pukul 15.00 WIB.

P mengalami gangguan jiwa sudah selama 12 tahun. Pihak keluarga sudah berusaha melakukan pengobatan, termasuk membawanya ke paranormal. Karena tak kunjung menunjukkan tanda membaik dan malah sering kambuh, akhirnya P dikurung di dalam rumah tanpa ada lampu penerangan.

Sampai saat ini pelaku penganiayaan masih di diamankan di RSJ Puskesmas Kalitidu. Demi keamanan, P diikat menggunakan tali kain oleh tim medis RSJ Puskesmas Kalitidu. Jika tidak dilakukan pengikatan, dikhawatirkan P akan kambuh dan ada kemungkinan bisa melakukan hal serupa terhadap pasien lainnya di rumah sakit itu.

Hanya saja belum ada pernyataan resmi secara medis yang keluar dari pihak Rumah Sakit mengenai kondisi kejiwaan P.

Adapun Sayuti, staff di RSJ Puskesmas Kalitidu, memberikan keterangan bahwa ada bermacam-macam kondisi kelainan jiwa yang bisa menderita manusia.

“Kami butuh waktu sekitar satu minggu untuk memastikan jenis kelainan jiwa apa yang menimpa P,” kata Sayuti kepada BBC, sebutan BeritaBojonegoro.com. Rencananya, P akan dirujuk ke Rumah Sakit Jiwa Menur, Surabaya, jika RSJ Puskesmas Kalitidu tidak mampu menangani.

Tetangga P di Desa Pagerwesi, Teguh, memberikan keterangan kepada BBC, sebutan BeritaBojonegoro.com, bahwa dia sering melihat P kambuh. Hanya saja, setiap kali kambuh, P hanya mengamuk sendiri.

“Dia sering mengamuk di rumah (tempat tinggal P). Kalau mengamuk, dia memukuli tanah, lemari dan barang-barang yang ada di dalam rumah. Tapi rumah selalu dalam kondisi tertutup. Sehingga P tidak bisa keluar,” terang Teguh.

Teguh melanjutkan keterangannya bahwa P baru pertama kali ini mengamuk seperti itu, sampai menyebabkan korban meninggal. Karena itu, sebelumnya tidak ada rasa khawatir dan rasa terancam yang timbul pada warga Pagerwesi terhadap kondisi yang diderita P.(mol/moha)

 

Comments

comments