Rab. Mei 27th, 2020

Pelaku Penipuan dan Penggelapan Berhasil Ditangkap Buser Polres Bojonegoro

Bojonegoro Kota – Tim buru sergap (buser) Polres Bojonegoro telah berhasil menangkap pelaku penipuan dan penggelapan berinisial R alias OOS, penangkapan pelaku bermula dari laporan seorang warga asal Blora, Imam Suhudi Alamat Perum Ndoro Asri Blok E Keluran Karang Boyo Cepu Kabupaten Blora Jawa tengah yang melaporkan kasus penipuan dan penggelapan yang dialaminya ke Mapolres Bojonegoro pada Jumat (16/09/2016).

Menurut Kasubag Humas Polres Bojonegoro AKP Suyono, Kejadian penipuan tersebut terjadi sekira bulan November 2014 sampai dengan Januari 2015. Saat itu terlapor R alias OOS menawarkan kepada korban berupa lowongan merentalkan mobil milik korban kepada PT PEPC dan terlapor mengaku kepada korban sebagai karyawan dari PT PEPC.

Kemudian terlapor meminta uang secara bertahap kepada korban dengan total sebesar Rp 29.800.000. Uang tersebut diminta untuk dibayarkan dalam 16 tahap dengan alasan sebagai biaya administrasi awal, pendaftaran, safety dan lain sebagainya. Namun setelah korban memberikan uang kepada terlapor, mobil korban masih tidak disewa untuk dimasukkan ke PT PEPC.

“Awal mula kejadian itu ketika terlapor R alias OOS menawarkan kepada korban berupa lowongan merentalkan mobil milik korban kepada PT PEPC dan terlapor mengaku kepada korban sebagai karyawan dari PT PEPC, berbagai pernyataan diberikan oleh terlapor terhadap korban hingga korban percaya dengan terlapor, akan tetapi semuanya hanya dijanjikan,” ucap AKP Suyono.

Hingga saat ini terlapor tidak bisa mengembalikan uang yang telah diminta oleh korban. Dari bukti – bukti permulaan yang telah dirasa cukup, pelaku R diduga keras telah melakukan tindak pidana penipuan dan atau penggelapan sebagaimana dimaksud dalam pasal 372 dan 378 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP), dengan ancaman pidana 4 tahun penjara, saat ini terhadap terlapor R alias OOS dilakukan penahanan di Polsek Kasiman.

Dari kejadian itu, AKP Suyono juga menghimbau kepada masyarakat agar lebih berhati-hati terhadap tawaran pekerjaan atau lowongan yang ditawarkan oleh seseorang dengan diminta menyerahkan uang terlebih dahulu, diharapkan masyarakat harus lebih waspada terhadap modus penipuan serupa.(humasresbjn)

Comments

comments