Pemuda Warga Kasiman Meninggal Dunia Tenggelam di Sungai Diduga Epilepsi Kambuh

0

Bojonegoro – Seorang pemuda bernama Enggal Widodo (21)warga Desa Batokan RT 007 RW 001 Kecamatan Kasiman Kabupaten Bojonegoro, pada Jumat (22/12/2017) sekira pukul 11.30 WIB sore tadi, meninggal dunia setelah sebelumnya kejang-kejang dan terjatuh dan tenggelam ke dalam sungai. Saat itu korban sedang memancing bersama temannya di atas jembatan di anak sungai desa setempat. Diduga, sebelum terjatuh ke sungai, penyakit epilepsi yang diderita korban kambuh sehingga korban terjatuh ke dalam sungai yang akhirnya mengakibatkan korban meninggal dunia.

Kapolsek Kasiman, AKP HM Ridwan, kepada media ini mengungkapkan, bahwa berdasarkan keterangan saksi-saksi, kronologi tenggelamnya korban bermula pada Jumat (22/12/2017) sekira pukul 11.30 WIB, korban bersama adik kandungnya, Niranto Karorianing Ajik (15) dan seorang temannya Prasetyio (16), sedang memancing ikan di anak sungai desa setempat, tepatnya di jembatan Batokan.

“Tiba-tiba korban mengalami kejang dan terjatuh ke dalam anak sungai,” terang kapolsek sebagaimana dikutip dari keterangan saksi-saksi.

Mengetahui kejadian tersebut, adik korban Niranto Karorianing Ajik dan temannya, Prasetyio, berusaha menolong korban dengan cara mengevakuasi korban ke pinggir anak sungai, sambil meminta bantuan warga setempat serta memanggil saksi Agung Laksono, yang masih adik korban.

“Kemudian adik korban bersama warga berusaha membawa korban ke Puskesmas Kasiman, namun setelah sampai di puskesmas, korban dinyatakan sudah meninggal dunia.” terang Kapolsek.

Selanjutnya kejadian tersebut dilaporkan ke Polsek Kasiman untuk penanganan lebih lanjut. Dan Kapolsek bersama anggota segera mendatangi lokasi kejadian guna melakukan olah TKP dan melakukan identifikasi terhadap korban.
Kapolsek menambahkan, berdasarkan hasil pemeriksaan tim medis dari Puskesmas Kasiman, tidak ditemukan bekas adanya tanda kekerasan atau penganiayaan.

“Penyebab kematian korban karena penyakit epilepsinya kambuh sehingga korban tenggelam yang akhirnya menjadi penyebab kematian korban.” terang Kapolsek.

Atas terjadinya peristiwa tersebut, keluarga korban menerima sebagai musibah dan meminta untuk tidak dilakukan otopsi, yang dinyatakan dengan membuat surat pernyataan, disaksikan oleh perangkat desa setempat.

“Selanjutnya setelah dibuatkan berita-acara, jenazah korban diserahkan kepada keluarganya untuk proses pemakaman.” pungkas Kapolsek.

Comments

comments

Share.

About Author

1