Penyidik Masih Mengembangkan Kasus Kerusuhan Blok Cepu

0

Kota  Penyidik Polres Bojonegoro masih terus mengembangkan penyelidikan kasus kerusuhan di dalam lokasi proyek rekayasa, pengadaan, dan konstruksi (engineering, procurement, and constructions/EPC 1) di Kecamatan Gayam, pada Sabtu (01/08) lalu. Setelah menetapkan dua orang pelaku kerusuhan sebagai tersangka, kini penyidik mendalami dugaan keterlibatan pelaku lainnya.

Saat kerusuhan terjadi sedikitnya ada 8.000 pekerja yang berada di lokasi proyek EPC 1 yang dikerjakan oleh konsorsium PT Tripatra-Samsung, rekanan Exxon Mobil Cepu Limited (EMCL) selaku pengelola lapangan minyak dan gas bumi (migas) Banyu Urip Blok Cepu tersebut.

Menurut Kapolres Bojonegoro, AKBP Hendri Fiuser, SIK, M.Hum, kedua tersangka yang diduga terlibat kerusuhan di Blok Cepu saat ini sudah ditahan di ruang tahanan Polres Bojonegoro. Selain itu, kata dia, penyidik masih terus mengembangkan penyelidikan.

“Dalam kasus ini tidak menutup kemungkinan ada tersangka baru. Kami terus melakukan penyelidikan dalam perkara tersebut dan para tersangka kerusuhan yang terjadi di EPC 1 sudah kami tahan,” ujarnya pada BBC, sapaan BeritaBojonegoro.com, Jumat (28/08)

Dua orang tersangka kasus tersebut adalah RA (19) karyawan PT Wifgasindo, asal Desa Sonorejo, Kecamatan Padangan, Bojonegoro dan DS (36), karyawan PT Alhas, asal Desa Pulo Lor Kecamatan Kota, Kabupaten Jombang. Keduanya ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan pada Kamis (13/08).

Sementara itu, kerusuhan di lokasi proyek EPC 1 Blok Cepu terjadi pada Sabtu (01/08) lalu. Sejumlah kendaraan mobil, perkantoran, dan fasilitas yang berada di dalam lokasi proyek rusak akibat kerusuhan itu.

Para tersangka terancam Pasal 170 KUHP yang menyebutkan secara bersama-sama menggunakan kekerasan terhadap orang atau barang diancam dengan pidana penjara paling lama lima tahun enam bulan. (yud/kik)

Comments

comments

Share.

About Author

1