Rab. Nov 20th, 2019

Polisi Meminta Keterangan Saksi dari Korban dan Warga

Kota – Tabrakan minibus yang mengangkut rombongan pengajian tarekat Shadiliyah dengan kerata api barang di palang pintu kereta api Kelurahan Jetak, Kota Bojonegoro, pada Minggu (18/10) kemarin masih terus diselidiki oleh kepolisian.

Menurut Kasatlantas Polres Bojonegoro, AKP Anggi Saputra Ibrahim SIK SH, sampai saat ini penyelidikan masih berlangsung. Sopir mobil elf. Ali Parsim, warga Malo, dan petugas penjaga palang pintu kereta api, Lilik Purwanto, warga Kelurahan Jetak, Kota Bojonegoro, masih diperiksa intensif.

Selain melakukan olah tempat kejadian perkara dan alat bukti, penyidik juga akan memanggil sejumlah saksi yang mengetahui kejadian tabrakan nahas tersebut. “Kami akan memanggil saksi-saksi, mulai dari korban dan warga sekitar palang pintu,” ujar AKP Anggi. Senin (19/10).

Mobil mibibus nopol S 7536 AA yang disopiri Ali Parsim saat itu mengangkut 17 penumpang rombongan pengajian Shadiliyah. Mereka hendak menuju ke acara haul di pondok Peta, Tulungagung. Namun nahas, saat melintas di perlintasan kereta api Kelurahan Jetak, mobil terjebak di tengah rel dan dihantam kereta api barang nomor CC 2061381 membawa 30 gerbong kosong.

Akibat kejadian itu, tiga nyawa terenggut yaitu Muhammad Chamdan, 47, warga Dusun Petak, Desa Beged RT 07 RW 04, Kecamatan Gayam, Ali Nurhidayat, warga Dusun Bandar, Desa Batokan, Kecamatan Kasiman, dan Suyitno, 55, warga Kelurahan/Kecamatan Cepu, Kabupaten Blora. Sementara, puluhan korban lainnya mengalami luka-luka dan menjalani perawatan di Rumah Sakit Bhayangkara Wahyu Tutuko Bojonegoro. (humas)

Comments

comments