Rab. Des 7th, 2022

Polres Bojonegoro Amankan Tiga Penambang Pasir Ilegal

Tribratanews – Penangkapan para penambang pasir tak berizin dengan menggunakan alat mekanik masih terus dilakukan oleh Kepolisian Resor Bojonegoro. Senin (06/10) kemarin, sekira pukul 11.30 WIB, Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resor Bojonegoro telah berhasil mengamankan tiga pelaku dari tiga TKP penambangan pasir mekanik tanpa izin di bantaran sungai Bengawan Solo.

Setelah menghimpun informasi dari EH (36), salah satu kuli sekop dan K (50), pemilik warung di dekat lokasi tambang, TKP wilayah bantaran Bengawan Solo turut Dukuh Srunggo Desa Tanggir Kecamatan Malo. Pelaku N (35), warga Desa Kanten Kecamatan Trucuk diamankan oleh petugas karena terbukti menjadi pemilik usaha penambangan pasir ilegal.

Pelaku N diamankan beserta barang bukti, berupa satu unit diesel sedot merk Hong Tong Fang, dua lonjor paralon 4 dim, dan satu selang spiral besar yang digunakan dalam beroperasi menyedot pasir.

Kemudian A (35), warga Desa Pilangsari Kecamatan Kalitidu ditangkap berdasar pengakuan S (36), kuli sekop, asal Desa Kanten Kecamatan Trucuk. Ia terbukti menjadi pemilik usaha penambangan pasir mekanik di bantaran sungai Bengawan Solo tepatnya Desa Kanten Kecamatan Trucuk.

Ia ditangkap setelah petugas berhasil mengamankan barang bukti satu unit diesel sedot merk JF, satu lonjor paralon 4 dim, satu selang spiral besar dan satu buah besi jep miliknya.

Serta seorang pelaku berinisial S (57), warga Desa Kanten Kecamatan Bojonegoro juga diamankan oleh petugas. Ia menjadi pemilik usaha tambang pasir ilegal di TKP bantaran sungai Bengawan Solo, turut Dukuh Kanten Desa Kanten Kecamatan Trucuk.

Pelaku S diamankan beserta barang bukti satu unit diesel sedot merk Jee ef, satu paralon 4 dim, satu selang spiral besar dan  lima buah skrop yang digunakan untuk menambang.

Sebelumnya, dalam penggerebekan aktivitas penambangan oleh petugas tersebut, beberapa pekerja berikut pemilik langsung kabur. Hanya ada beberapa kuli sekop dan penjaga warung yang tinggal di dekat lokasi. Sehingga setelah dimintai keterangan petugas berhasil menangkap tiga pemilik usaha tak berizin itu.

Kapolres Bojonegoro AKBP Hendri Fiuser SIK MHum, mengungkapkan bahwa pelaku telah melakukan usaha penambangan pasir di sungai Bengawan Solo sejak setahun lalu dengan menggunakan alat mekanik dan tanpa disertai izin IUP, IPR dan IUPK.

“Usaha sedot pasir tersebut sudah berjalan setahun yang lalu dan kemudian tertangkap saat ini,” terang Kapolres Bojonegoro.

Kini seluruh pelaku harus mendekam di rumah tahanan Kepolisian Resor Bojonegoro sebab dijerat pasal 158 UU No. 4 Tahun 2009 tentang Mineral dan Sumber Daya Alam, dan terancam hukuman pidana penjara 10 tahun. (waf/humas)

Comments

comments