Polres Bojonegoro Terjunkan 991 Personel Untuk Pengamanan Pemilu 2019

0

Bojonegoro – Diberitakan sebelumnya, pada Jumat (22/03/2019) pagi, bertempat di Alun-alun Bojonegoro, dilaksananakan Apel Gelar Pasukan, dalam rangka kesiapan pengamanan Pemilu Legislatif (Pileg) dan Pemilihan Presidan dan Wakil Presiden (Pilpres) tahun 2019.

Usai pelaksanaan kegiatan tersebut, Kapolres Bojonegoro, AKBP Ary Fadli SIK MH MSi, ditemui awak media ini menuturkan bahwa untuk pengamanan Pilkada 2019, Polres Bojonegoro siagakan 991 personel, sedangkan anggota yang terlibat lansung dalam pengamanan Pemilu 2019 sejumlah 845 personel, dengan didukung alutsista yang cukup memadahi.

“Jumlah anggota pengamanan pemilu sebanyak 845 personel. 704 personel diterjunkan untuk pengamanan TPS dan 141 personel, disiagakan untuk membackup jika sewaktu-waktu dibutuhkan,” kata AKBP Ary Fadli.

Sementara, lanjut Kapolres, jumlah kekuatan prajurit TNI dan Polri yang dilibatkan dalam pengamanan Pemilu Serentak Tahun 2019 secara nasional adalah sebanyak 453.133 orang.

“Hal ini kita laksanakan semata-mata menunjukkan bahwa negara sangat serius dan bertanggungjawab agar gelaran pesta demokrasi bisa berjalan dengan baik tanpa ada hambatan yang berarti guna memilih calon legislatif dan pemimpin nasional yang berintegritas.” kata Kapolres.

Masih menurut Kapolres, bahwa tugas mengamankan penyelenggaraan Pemilu Serentak tahun 2019 adalah kehormatan dan kebanggaan, karena sama nilainya dengan menjaga keutuhan bangsa atau menjamin terwujudnya keamanan dan ketertiban masyarakat.

“Untuk itu saya berharap kepada personel bersama komponen masyarakat yang dilibatkan dalam pengamanan agar melaksanakan tugas ini dengan penuh dedikasi dan rasa tanggungjawab, karena bagi Prajurit Bhayangkari Negara tugas adalah kehormatan yang tidak ternilai harganya.” kata Kapolres.

Lebih lanjut Kapolres menuturkan bahwa dalam Pemilu 2019 di Kabupaten Bojonegoro, terdapat 4.572 Tempat Pemungutan Suara (TPS). Berdasarkan maping atau pemetaan kondisi kerawanan TPS di Kabupaten Bojonegoro, terdapat 4.541 yang kurang rawan, dimana tidak berpotensi terjadi konflik dan lokasinya mudah ditempuh. Sementara terdapat 31 TPS yang memiliki kategori sangat rawan, di mana secara geografis sulit ditempuh dan jauh dari kelompok TPS lainnya serta memiliki sejarah konflik atau protes warga.

Terkait hal tersebut, Kapolres berpesan agar seluruh anggota yang terlibat melaksanakan persiapan secara maksimal, baik personel maupun peralatan dari masing-masing Instansi serta mengetahui cara bertindak dan langkah yang diambil saat terjadi kejadian.

“Diharapkan kerjasama yang baik antara Kapolsek, Danramil dan Kepala Instansi terkait, untuk mengendalikan anggotanya, karena melibatkan personel yang banyak,” pungkas Kapolres.

Comments

comments

Share.

About Author

1