Rab. Agu 4th, 2021

Polres Ciduk Tiga Bos Tambang Pasir Ilegal

Ngraho – Kepolisisan Resor Bojonegoro membuktikan keseriusannya dalam memberantas penambangan pasir ilegal. Setelah Senin kemarin berhasil mengamankan seorang penambang ilegal, kemarin sore, Selasa (22/9), Unit Gabungan Polres kembali berhasil menangkap tiga pelaku lagi.

Selasa sore, sekira pukul 16.30 WIB, tiga pelaku diciduk di dua TKP berbeda penambangan pasir mekanik ilegal di wilayah bantaran sungai Bengawan Solo, tepatnya di wilayah Desa Payaman, Kecamatan Ngraho.

Setelah menghimpun keterangan dari masyarakat dan melakukan penyelidikan, pelaku T (45), warga Desa Sumberarum Kecamatan Ngraho diamankan bersama 1 unit diesel merk Dongpeng, 1 buah alat JAP dari besi, dan 2 buah paralon. Sementara tiga pekerjanya, K (36), MK (42), LTW (32) diperiksa sebagai saksi.

Kemudian S (57), asal Desa Payaman Kecamatan Ngraho juga diamankan di TKP yang berbeda, masih di wilayah bantaran sungai Bengawan Solo di Desa Payaman. Empat orang pekerja yang didapuk menjadi saksi dan tidak ditahan, St (63), Sa (45), K (57), dan FS (26). Keempatnya merupakan tukang skop di usaha penambangan illegal milik S. Dari TKP diamankan barang bukti berupa 1 unit diesel, 1 buah alat JAP, dan 2 buah paralon yang digunakan dalam mengoperasionalkan kegiatan ilegal tersebut.

Sementara M (56), warga Desa Payaman Kecamatan Ngraho ditangkap setelah terbukti menjadi pemilik usaha tambang ilegal di bantaran sungai Bengawan Solo di Desa Payaman. M diamankan setelah petugas memperoleh kesaksian dari pengakuan para pekerja, Ka alias grandong (36), Sar (42), dan Par (32). M diamankan beserta barang bukti 1 unit diesel merk Tianli, 1 buah alat JAP dari besi, 2 buah paralon, dan sebuah kato / kipas di TKP penambangan.

“Modusnya pelaku telah melakukan usaha penambangan pasir di sungai Bengawan Solo dengan menggunakan alat mekanik atau sedot diesel tanpa disertai dengan ijin usaha penambangan (IUP), Ijin Penambangan Rakyat (IPR) dan ijin Usaha Penambangan Khusus (IUPK),” ungkap AKBP Hendri Fiuser S.Ik. M.Hum, Kapolres Bojonegoro.

Kapolres Bojonegoro, AKBP Hendri Fiuser S.Ik. M.Hum, mengungkapkan bahwa ketiga pelaku saat ini sudah ditahan di Mapolres Bojonegoro untuk menjalani proses hukum. Ketiganya dijerat sangkaan pasal 158 UU Nomor 04 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara dan terancam hukuman 10 tahun kurungan dan denda 10 milyar. (humas)

Comments

comments