Ming. Sep 20th, 2020

Program Keselamatan Tahun 2020, Satlantas Gelar Pelatihan Bagi Penerima Bantuan

Bojonegoro – Dalam rangka Program Keselamatan 2020, Satuan Lalulintas Polres Bojonegoro menggelar pelatihan protokol pencegahan virus corona hingga safety driving dan safety riding. Bertempat di gedung AP I Rawi Mapolres Bojonegoro, Senin(20/04/2020).

Polres Bojonegoro memberikan bantuan kepada 1.162 orang yang terdiri para pengemudi bus, angkot, MPU, kenek, ojek dan tukang becak di Kabupaten Bojonegoro. Hal tersebut dilakukan dampak dari penyebaran wabah corona virus disease 2019 (Covid-19).

Bantuan tersebut merupakan program terpusat dari Koorlantas Mabes Polri yakni “Program Keselamatan Tahun 2020”. Program ini telah di launching di Mabes Polri dan diikuti serentak oleh jajaran Polri tingkat Polda dan Polres melalui video conference pada hari Rabu(15/04/2020) kemarin.

Kasat Lantas Polres Bojonegoro, AKP Mohammad Amirul Hakim, menyampaikan bahwa Satlantas Polres Bojonegoro menindak lanjuti arahan pimpinan tentang program keselamatan dengan memberikan bantuan berupa uang sebesar Rp 600 ribu per bulan selama tiga bulan, untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga, diberikan kepada para pengemudi bus, angkot, MPU, kenek, ojek dan tukang becak di Kabupaten Bojonegoro terdampak Covid-19 ini. Program ini diaplikasikan dengan pelatihan.

“Program keselamatan merupakan program terpusat. Bantuan ini dari Pemerintah melalui Koorlantas Polri untuk disalurkan kepada para pengemudi bus, angkot, MPU, kenek, ojek dan tukang becak yang terdampak Covid, bantuan ini diaplikasikan dengan pelatihan,” kata Kasat Lantas kepada awak media ini.

Sementara itu menurut, Kasat Lantas, bahwa pelatihan kepada para pengemudi bus, angkot, MPU, kenek, ojek dan tukang becak. Pelatihan tersebut meliputi tentang protokol pencegahan virus corona hingga safety driving dan safety riding. Pelatihan ini dilakukan setiap bulan mulai bulan April hingga Juni. Kegiatan pelatihan tersebut bertujuan untuk meningkatkan keterampilan para sopir, kenek, ojek dan abang becak dalam berkendara sesuai dengan aturan dalam berlalu lintas.

Lanjut AKP Mohammad Amirul Hakim, dalam pelatihan ini kita juga memperhatikan protokoler Covid-19 yakni sebelum dimulai pelatihan ruangan dilakukan penyemprotan cairan disinfektan, jumlah peserta pelatihan dibatasi yang ada di dalam ruangan, peserta dilakukan pemeriksaan suhu badan, cuci tangan, Social Distancing (jaga jarak) dan para peserta harus menggunakan masker. Untuk kegiatan pelatihan tersebut di bagi menjadi enam sesi dengan durasi waktu hanya satu jam setiap sesinya.

“Dalam pelatihan ini, kita tetap memperhatikan prosedur anjuran Pemerintah atau protokoler Covid-19. Kalau ada peserta kita periksa suhu badannya 38°C, kita suruh istirahat untuk mengikuti pelatihan di sesi waktu berikutnya,” pungkas Kasat.(Waf/Humas)

Comments

comments