Jum. Jul 30th, 2021

PT Wira Bhumi dan Warga Bertemu di Dinas ESDM Pemprov Jatim

Baureno – PT Wira Bhumi Sejati, perusahaan tambang batu kapur di Desa Gajah, Kecamatan Baureno, Kabupaten Bojonegoro, akhirnya bertemu dengan perwakilan warga Desa Karang Kembang, Kecamatan Babat, Lamongan, pada Jumat (23/10) kemarin. Pertemuan itu dilakukan menyusul adanya protes warga Desa Karang Kembang, Babat, yang merasa terdampak dari kegiatan tambang batu kapur.

Pertemuan warga dengan PT Wira Bhumi Sejati itu difasilitasi oleh Polsek Baureno dan Polsek Babat. Pertemuan dilakukan di ruang rapat Oniks Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Pemprov Jatim sekitar pukul 15.05 WIB.

Pertemuan tersebut dihadiri oleh Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Pemprov Jawa Timur Ir Dewi J Putriani, MSe., bupati Lamongan,  Direktur Reskrimsus Polda Jatim Kompol Handono Subiakto, Kepala Dinas ESDM Kabupaten Bojonegoro Agus Sulistyono, Kepala Bagian Perekonomian Kabupaten Lamongan, Kapolres Lamongan yang diwakili Kabag Ops Kompol Nurudin,  Kapolres Bojonegoro yang diwakili oleh Kasat Reskrim AKP Jeni Al Jauza, Kapolsek Baureno AKP Mashadi, Camat Babat Fadli Purwanto, Kasat Pol PP Bojonegoro Arwan, Kades Gajah Mahyun, Kades Karang Kembang Andri dan PT Wira Bhumi Sejati Tri Winarso, Nurul Huda, serta Ade Irawan A.

Pertemuan tertutup digelar untuk menindaklanjuti adanya aksi unjuk rasa yang dilakukan oleh warga Desa Karang Kembang Kecamatan Babat Kabupaten Lamongan terhadap dampak penambangan batu pedel di wilayah perbatasan Lamongan-Bojonegoro yang dilakukan oleh PT Wira Bhumi Sejati beberapa waktu lalu (11/10) di pertigaan Jalur Bojonegoro-Babat.

Sebagaimana diberitakan BBC, Minggu (11/10) lalu, puluhan warga Desa Karang Kembang berkumpul dan menutup jalan Babat-Bojonegoro, bertempat di pertigaan jalan menuju lokasi pertambangan batu kapur atau pedel (Galian C) PT Wira Bhumi yang terletak di Desa Gajah Kecamatan Baureno Kabupaten Bojonegoro.

Dalam aksi tersebut, mereka menuntut kepada PT Wira Bhumi untuk membuat jalan beraspal agar tidak banyak debu yang mengganggu dan menyesakkan pernapasan warga. Selain itu menuntut agar dalam mengerjakan proyek penambangan, perusahaan lebih memperhatikan akibat yang ditimbulkan oleh aktivitas penambangan tersebut. (humas)

foto tambang batu kapur di Baureno

Comments

comments