Sen. Sep 16th, 2019

Sapi dari Bojonegoro Mulai Dikirim ke Jakarta

Oleh Nasruli

Padangan – Kabupaten Bojonegoro, Tuban, dan Lamongan dikenal sebagai sentra peternakan sapi di Jawa Timur. Saat ini sapi-sapi dari Bojonegoro mulai banyak dikirim ke Jakarta dan sekitarnya. Selain untuk mencukupi kebutuhan daging sapi, sapi dari Bojonegoro juga banyak diminta untuk menyambut Hari Raya Idul Adha mendatang.

Menurut Sukemi, 56, pedagang sapi di Pasar Sapi Kebonagung di Desa Kebonagung, Kecamatan Padangan, Kabupaten Bojonegoro, permintaan sapi mulai naik sejak sepekan ini. Sapi yang paling banyak diminta yaitu jenis sapi lokal jawa dan sapi brahman.

“Di Jakarta sekarang harga daging sapi sedang naik. Nah, mungkin untuk mencukupi kebutuhan daging sapi itu, kini permintaan sapi dari sini naik,” ujar Sukemi saat berdagang sapi di Pasar Sapi Kebonagung, Jumat (14/08)

Menurutnya, saat ini para pedagang mulai mengirim sapi jenis brahman dan sapi lokal itu sekitar 5-10 ekor ke Jakarta dan sekitarnya. Untuk harga jual sapi brahman dan sapi lokal belum terlalu naik. Misalnya untuk satu ekor sapi brahman di kisaran Rp25 juta sampai Rp30 juta. Kemudian, sapi lokal jawa dewasa sekitar Rp20 juta sampai Rp25 juta. Sedangkan, sapi anakan lokal di kisaran Rp7 juta sampai Rp10 juta.

“Saat ini juga banyak yang membeli sapi anakan atau sapi yang sudah siap disembelih untuk dikurbankan pada saat Hari Raya Kurban nanti,” ujarnya.

Ia memperkirakan perdagangan sapi akan semakin ramai mendekati Hari Raya Kurban. Selain itu, harga jual sapi jenis lokal jawa maupun brahman juga akan terkerek naik sekitar Rp500.000 sampai Rp1 juta per ekor dari harga sebelumnya.

Selain di Pasar Sapi Kebonagung, para pedagang sapi atau biasa disebut belantik sapi ini biasa berdagang sapi di sejumlah pasar sapi lainnya berdasarkan pasaran kalender Jawa. Mereka berpindah-pindah seperti di Pasar Sapi Bojonegoro, Pasar Sapi Babat, Pasar Sapi Jatirogo, dan Pasar Sapi Ngawi. Sapi jenis jawa dan brahman itu diangkut memakai truk. (rul/kik)

 

Comments

comments