Jum. Jul 30th, 2021

Selesai Salat Jumat di Surabaya, Agus Triyono Diciduk Kejari Bojonegoro

Kota – Buron terpidana korupsi, Agus Triyono, berhasil diciduk oleh Tim Kejaksaan Negeri Bojonegoro di Surabaya. Selama kurang lebih 6 bulan, dia menjadi buron Kejari Bojonegoro bersama 2 terpidana lainnya. Sebelumnya, 1 di antara mereka juga sudah ditangkap.  Nah, selanjutnya, hari ini, 1 lagi tertangkap. Dengan begitu, tinggal 1 buron lagi yang jadi pekerjaan rumah Kejari.

Tanpa perlawanan, Agus Triyono ditangkap oleh Kejari Bojonegoro di Masjid Nurul Imam, Kelurahan Siwalankerto (Surabaya) setelah jum’atan sekitar pukul 13.00 WIB siang tadi (16/10). Bahkan, saat dibawa ke Kejaksaan Negeri Bojonegoro, dia masih pakai kopiah warna cokelat dan baju putih serta bercelana panjang hitam. Namun rompi kejaksaan warna merah menutupi baju putihnya.

Setiba di depan kantor kejaksaan dengan mobil Kijang Inova hitam bernomor polisi S 1310 AB, dia terlihat terburu-buru masuk. Dengan muka tertekuk dia mempercepat langkahnya. Dia tiba sekitar pukul 16.00 WIB sore tadi.

Tidak lama kemudian, pada pukul 17.15 WIB, Agus Triono dibawa ke Lapas Kelas II A Bojonegoro guna menjalani hukumannya. Dia dibawa ke Lapas dengan mobil yang sama dengan pengawalan ketat oleh petugas kejaksaan dan beberapa persosil dari Kepolisian Resor Bojonegoro.

Sebelum Agus, buron lainnya, Yayan Sunarya, tertangkap di sebuah warung makan di Desa Suciharjo, Kecamatan Parengan (Tuban) saat sedang makan siang di sana. Dua terpidana ini adalah rekanan saat melakoni perbuatan melawan hukum (korupsi, ed).

Kasi Intel Kejaksaan Negeri Bojonegoro, M. Jufri SH, saat dikonfirmasi BeritaBojonegoro.com (BBC), membenarkan tentang kronologi penangkapan di masjid selepas shalat jum’at tersebut. Agus ditangkap tanpa perlawanan oleh Tim Kejaksaan Negeri Bojonegoro.

“Betul, kami telah menangkap terdakwa Agus Triyono, setelah terdakwa Yayan Sunarya kami tangkap pada hari Senin Tanggal 12 Oktober 2015 kemarin. Sebetulnya Agus Triyono ini sudah mengetahui kalau kami mau menangkapnya. Namun kami tak kehilangan akal,” jelasnya.

Seperti diketahui, dalam perkara korupsi mebeler fiktif itu, terpidana Agus Triyono dari LSM yang bertindak sebagai pemesan mebel ke CV Kreasi Rapi Bojonegoro dan mendatangi SDN untuk mengambil uang dan menyiapkan dokumen. Dia beraksi bersama terdakwa lainnya, Yayan Sunarya.

Dua tepidana tersebut, yakni Agus Triyono dan Yayan Sunarya diduga melakukan korupsi pengadaan mebel fiktif bagi 162 SDN dari Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2012 senilai Rp 4,2 miliar.

Dalam tingkat kasasi Mahkamah Agung (MA), terpidana Agus dan Yayan diganjar pidana kurungan 7 tahun. Ditambah denda Rp100 juta subsider 6 bulan kurungan. Dia juga diwajibkan mengembalikan kerugian negara Rp 750 juta subsider satu tahun kurungan.

Terpidana lainnya yang sampai saat ini masih buron adalah Sri Utami. Dalam kasusnya, Sri Utami diduga telah melakukan penyelewengan dana TKI tahun 2003 senilai Rp 606 juta.

Sesuai dengan putusan Mahkamah Agung (MA), terdakwa Sri Utami divonis 5 tahun pidana penjara ditambah uang pengganti Rp 400 juta subsider 2 tahun pidana kurungan. (humas)

Comments

comments