Ming. Des 8th, 2019

Seorang Warga Lamongan Meninggal Dunia Mendadak Saat Hendak Ngopi di Kepohbaru Bojonegoro

Bojonegoro – Seorang kakek bernama Ngabit (75), warga Dusun Calonan Desa Jegreg RT 020 RW 003 Kecamatan Modo Kabupaten Lamongan, pada Kamis (28/08/2019) sekira pukul 09.00 WIB, meninggal dunia saat sedang memesan kopi di sebuah warung kopi yang berada di Desa Pejok Kecamatan kepohbaru Kabupaten Bojonegoro.

Belum diketahui secara pasti penyebab kematian korban. Ahli waris korban menolah untuk dilakukan otopsi tehadap jenazah korban dan menganggap kematian korban merupakan kejadian yang wajar.

Kapolsek Kepohbaru, Ajun Komisaris Polisi (AKP) Yasimbang, kepada media ini menerangkan bahwa berdasarkan keterangan saksi-saksi, kronologi peristiwa tersebut bermula pada Kamis (29/08/2019) sekira pukul 09.00 WIB, korban memesan kopi di warung milik Jamiah, di Dusun Sokorejo Desa Pejok Kecamatan Kepohbaru, dan saat menunggu kopi pesanannya, korban duduk di kursi kayu bersama pengunjung warung lainnya

“Tiba-tiba korban lemas di kursi sehingga pengunjung warung lainnya berupaya menolong korban, dengan mengangkat korban untuk dibaringan di dipan milik pemilik warung,” kata kapolsek.

Setelah dibaringkan, ternyata nyawa korban tidak bisa ditolong, korban diketahui telah meninggal dunia, sehingga saksi segera meminta tolong kepada warga sekitar untuk melaporkan peristiwa tersebut pada perangkat desa setempa dan Polsek Kepohbaru. “Warga lainnya segera menghubungi ahli waris korban,” kata Kapolsek.

Setelah pihaknya menerima laporan, Kapolsek bersama anggota segera mendatangi lokasi kejadian guna melakukan oleh TKP dan mengidentifikasi korban.

Berdasarkan hasil identifikasi, diketahui ciri-ciri mayat, jenis kelamin laki-laki, panjang mayat 150 sentimeter, perawakan sedang, kulit sawo matang, rambut pendek putih beruban. Korban mengenakan celana panjang warna biru dan baju coklat lengan pendek motif batik.

“Berdasarkan hasil pemeriksaan medis tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan atau penganiayaan pada tubuh korban.” kata Kapolsek

Setelah dilakukan musyawarah dengan ahli waris korban, yang disaksikan perangkat desa dan warga setempat, ahli waris korban menolak untuk dilakukan otopsi dan menerima kematian korban sebagai kejadian yang wajar. Ahli warisnya menerima dengan iklas atas kematian korban.

“Selanjutnya setelah dibuatkan berita-acara, jenazah korban diserahkan kepada keluarganya untuk proses pemakaman. Korban dibawa pulang oleh ahli warisnya menggunakan ambulans dari Puskesmas kepohbaru,”pungkas Kapolsek.

Comments

comments