Rab. Agu 4th, 2021

Seorang Warga Medan Meninggal Dunia di Ngraho Bojonegoro Diduga Penyakit Jantung Kambuh

Bojonegoro – Seorang laki-laki bernama Hardianto (42), yang tercatat sebagai warga Desa Ajung Ganjang Kecamatan Simpang Empat Kota Medan Provinsi Sumatera Utara, pada Senin (03/09/2018) sekira pukul 03.00 WIB, ditemukan meninggal dunia di rumah temannya yang bernaman Sukardi (43), warga Desa Sumberarum RT 021 RW 007 Kecamatan Ngraho Kabupaten Bojonegoro.

Menurut keterangan Kapolsek Ngraho, AKP H Purwanto S SH, yang dikutip dari keterangan saksi Sukardi (43), sebelumnya, pada Minggu (02/09/2018) sekira pukul 06.00 WIB, korban datang dari kota Medan ke rumah Sukardi (43), dengan tujuan berkunjung.

“Setelah sampai di rumah temannya tersebut, korban terus istirahat dan korban mengeluh kalau lagi kurang enak badan serta kedua kakinya bengkak.” terang Kapolsek.

Selanjutnya sekira pukul 19.30 WIB, korban diantar oleh saksi Fajar Suryanto (16), ke rumah tukang pijat yang bernama Sringah, untuk pijit badan, yang letaknya tidak jauh dari rumah Sukardi.

“Sekira pukul 20.00 WIB, korban kembali pulang ke rumah Sukardi. Selanjutnya korban tidur di kursi ruang tamu milik Sukardi, ditemani saksi Fajar,” lanjut Kapolsek.

Pada Senin (03/09/2018) sekira pukul 03.00 WIB, Sukardi mendengar ada suara orang mengigau di ruang tamu, sehingga Sukardi segera melihat asal suara tersebut.

“Saat dilihat, korban sudah dalam kondisi tidak tidak sadarkan diri,” terang Kapolsek.

Mengetahui kejadian tersebut, Sukardi langsung memberitahu warga sekitar dan melapor ke Polsek Ngraho untuk meminta pertolangan sehingga Kapolsek bersama anggota Polsek Ngraho, bersama sama dengan petugas dari Puskesmas Ngraho segera mendatangi rumah Sukardi.

“Saat petugas datang dan dilakukan pemeriksaan oleh tim medis dari Puskesmas Ngraho, korban sudah dalam keaadaan meninggal dunia.” jelas Kapolsek.

Masih menurut Kapolsek, berdasarkan hasil Visum luar yang dipimpin oleh dr Punita Surya dari Puskesmas Ngraho, tidak ditemukan adanya tanda-tanda penganiayaan pada tubuh korban.

Sementara, dari hasil olah TKP, diketahu korban membawa. HP Nokia warna hitam, tas kulit warna hitam yang berisi uang tunia Rp 808 ribu, kartu Tanda Penduduk (KTP) korban dan fotocofy kartu keluarga (KK).

“Petugas masih berupaya menghubungi pihak keluarganya untuk menjemput jenazah korban,” pungkas Kapolsek.

Comments

comments