Seorang Warga Temayang Ditemukan Meninggal Dunia Gantung Diri

0

Bojonegoro – Peristiwa gantung diri kembali terjadi wilayah Kabupaten Bojonegoro, kali ini menimpa Warni binti Dakimin (55), seorang warga Dusun Jeblokan Desa Bakulan RT 007 RW 002 Kecamatan Temayang Kabupaten Bojonegoro, pada Minggu (22/04/2018) sekira pukul 06.30 pagi tadi, ditemukan oleh tetangganya sudah dalam keadaan meninggal dunia gantung diri di pohon Jaranan yang berada di samping makam, yang tidak jauh dari rumah korban. Belum diketahui motif korban hingga nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri.

Menurut keterangan Kapolsek Temayang, AKP Margono, bahwa kronologi peristiwa tersebut bermula pada Minggu (22/04/2018) sekira pukul 04.30 WIB, korban keluar dari rumah hendak buang air besar di dekat makam di sebelah barat rumahnya, namun hingga pukul 06.00 WIB pagi, korban tidak kunjung pulang.

“Selanjutnya keluarganya berupaya mencari korban,” terang Kapolsek.

Sekira pukul 06.30 WIB, tetangga korban yang bernama Zaenuri (53), mengetahui korban sudah dalam keadaan gantung diri di pohon Jaranan, di dekat makam desa setempat, yang kemudian saksi Zaenuri segera memberitahukan kepada keluarganya dan warga sekitar.

“Oleh perangkat desa setempat selanjutnya kejadian tersebut dilaporkan ke Polsek Temayang.” lanjut Kapolsek.

Dari hasil olah TKP diketahui korban tergantung di dahan pohon Jaranan menggunakan tali tampar dengan posisi korban menggantung menghadap ke barat, kaki lurus ke bawah dan tidak menyentuh tanah. Sedangkan berdasarkan hasil identifikasi, ciri-ciri mayat diketahui panjang mayat 150 sentimeter, korban memakai baju daster warna abu-abu tanpa alas kaki.

Dan berdasarkan hasil visum luar serta pemeriksaan medis dari petugas medis Puskesmas Temayang, tidak ditemukan adanya tanda -tanda penganiayaan atau kekerasan fisik pada tubuh korban.

“Korban meninggal dunia murni akibat gantung diri,” terang Kapolsek.

Sementara masih belum diketahui motif korban hingga mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri, saat ini petugas masih meminta keterangan pada keluarganya dan para saksi. Namun demikian, keluarga korban meminta untuk tidak dilakukan otopsi terhadap jenazah korban, yang dinyatakan dengan membuat surat pernyataan, yang di ketahui oleh kepala desa setempat.

“Setelah dibuatkan berita-acara, selanjutnya jenazah korban diserahkan kepada ahli warisnya untuk proses pemakaman.” pungkas Kapolsek.

Comments

comments

Share.

About Author

1