Rab. Nov 20th, 2019

Sopir Bus Mulya Jaya Belum Menyerahkan Diri

Kota – Sopir bus Mulya Jaya yang menabrak tiang telepon dan warung di jalan raya Bojonegoro-Cepu Km 30, tepatnya Desa Kebonagung, Kecamatan Padangan, pada Sabtu (10/10) pagi kemarin, hingga kini masih belum menyerahkan diri. Sopir bus yang bernama Syakur (45), warga Desa Singkal, Kecamatan Malo, itu diduga lari ke luar kota.

Syakur dinilai tidak memiliki itikad baik untuk menyelesaikan permasalahannya. Padahal saat kecelakaan itu, rekan kerjanya bernama Santoso, sebagai kernet bus, meninggal dunia. Seandainya dia itu setia kawan semestinya lebih baik menyerahkan diri.

“Dugaan sementara, pelaku sekaligus pengemudi bus Mulya Jaya melarikan ke luar kota. Hal ini berdasarkan bukti-bukti yang telah kita kumpulkan,” ungkap Kasat Lantas Bojonegoro AKP Anggi Saputra Ibrahim SIK MH didampingi oleh Kanit Laka AKP Suparnoto kepada beritabojonegoro.com, Senin (12/10).

Diberitakan kemarin, Bus Mulya Jaya yang dikemudikan Syakur (45), warga Desa Singkal, Kecamatan Malo, mengalami nahas dengan menabrak tiang telepon dan warung, pada Sabtu (10/10) sekitar pukul 10.00 WIB.

Saat itu armada travel asal Yogyakarta itu melintas dari arah timur ke barat. Saat sampai di depan Kantor BPBD Pos Padangan si sopir berusaha mendahului truk tangki, namun dari arah depan tiba-tiba ada kendaraan lain. Karena jarak makin dekat, untuk menghindari tabrakan sopir bus Mulya Jaya membanting stir ke kanan dan menabrak tiang telepon di sisi jalan.

Setelah itu bus tetap melaju dan langsung menabrak sebuah warung milik Samini (51), warga Desa Kebonagung. Karena mungkin takut massa, si sopir langsung melarikan diri. Sedangkan kernet bus, Santoso, warga Desa Sawojajar, Kecamatan Takeran, Magetan, mengalami cidera dan segera dilarikan ke RSUD Padangan. Namun akhirnya meninggal dunia. Saat ini bus Mulya Jaya diamankan di Mapolsek Padangan. (humas)

Comments

comments