Jum. Jul 30th, 2021

Tak Memenuhi Panggilan Lagi, Polres Akan Jemput Paksa

Oleh Mujamil E Wahyudi

Bojonegoro – “POSITIF” Polisi silaturahmi dan pro aktif.Setelah Sg ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus bahan bakar minyak (BBM) ilegal dalam proyek pengerjaan peninggian lahan (urugan rata padat) di Desa Ngampel, Kecamatan Kapas, pada hari Rabu (19/08), dia semestinya memenuhi panggilan pertama dari penyidik Polres Bojonegoro, Senin kemarin (24/08). Nyatanya, Sg tidak memenuhi panggilan itu.

Kapolres Bojonegoro, AKBP Hendri Fiuser, SIK, M.Hum, mengatakan apabila dalam pemanggilan pertama tersangka tidak datang, maka pihaknya akan melakukan pemanggilan yang kedua. Jika dalam pemanggilan kedua masih tidak datang, maka Polres Bojonegoro akan menjemput paksa tersangka tersebut.

“Apabila dalam pemanggilan yang kedua tersangka tidak datang, maka tersangka akan kita jemput paksa,” terang Kapolres.

Dari kasus tersebut, Polres Bojonegoro telah mengamankan barang bukti berupa dua unit alat berat, dua jeriken warna putih berisi 70 liter solar yang dibeli dari SPBU Bojonegoro dan Tuban.

Akibat perbuatannya, tersangka terancam Pasal 55 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi, dengan pidana penjara paling lama enam tahun dan denda paling banyak Rp60 miliar. (yud/ moha)

Comments

comments