Tayang Perdana di Bojonegoro, Film 22 Menit The Movie Diserbu Penonton

0

Bojonegoro – Film drama aksi 22 Menit karya sutradara Eugene Panji dan Myrna Paramita, mulai Kamis (19/07/2018) ditayangkan secara serentak di sejumlah kota di Indonesia, termasuk di Bojonegoro.

Film berdurasi 75 menit ini mengangkat kisah keberanian masyarakat dan aparat kepolisian dalam mengatasi serangan teroris di kawasan Plaza Sarinah, Jalan Thamrin Jakarta Pusat, pada tanggal 14 Januari 2016 silam.

Sementara pada penayangan perdana di Bojonegoro, film ini cukup menarik minat masyarakat untuk menyaksikan film tersebut. Di hari pertama ini, setidaknya 2.000 orang, berbondong-bondong menyaksikan film tersebut. Sementara untuk hari kedua besok, Jumat (20/07/2018), setidaknya 1.200 orang akan menyaksikan film tersebut.

Ita (21) salah satu karyawati dari New Star Cineplex Bojonegoro yang turut memutar perdana Film 22 Menit pada Rabu (19/07/2018) mengungkapkan, bahwa gedung bioskop New Star Cineplex Bojonegoro memiliki 2 studio, yaitu studio 1 dan studio 2 dengan kapasitas tempat dduduk masing-masing strudio 200 orang. Pada Kamis (19/07/2017) hari ini, di masing-masing studio akan diputar 5 kali, sehingga jumlah penonton yang menyaksikan film tersebut hari ini kurang lebih sekitar 2.000 orang.

“Seluruh tiket untuk penayangan hari ini sudah terjual habis,” tutur Ita.

Adapun jam tayang untuk hari ini mulai pagi tadi pukul 10.00 WIB, kemudian pukul 12.00 WIB, lalu pada sore ini pukul 15.00 WIB.

“Sedangkan untuk malam nanti pukul 18.00 WIB dan pukul 20.00 WIB.” imbuhnya.

Sementara untuk besok Jumat (20/07/2017), New Star Cineplex Bojonegoro hanya akan menayangkan sebanyak 3 kali, yaitu pada pukul 15.00 WIB, pukul 18.00 WIB dan pukul 20.00 WIB.

“Tiket untuk besok juga sudah terjual habis,” jelasnya.

Film 22 Menit, adalah sebagai bentuk dukungan dan penghormatan kepada para korban tragedi bom Thamrin yang tepatnya terjadi di daerah Plaza Sarinah Jakarta Pusat. Dibuat sebagai film dokumenter sebagai bentuk perlawanan terhadap aksi teroris, dimana dalam film ini menggambarkan peristiwa bagaimana aparat kepolisian bersama masyarakat dalam upayanya memerangi teroris.

Film ini menceritakan serentetan peristiwa ledakan bom, sedikitnya terjadi emam ledakan bom dan penembakan di daerah Plaza Sarinah di Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, tepatnya pada tanggal 14 Januari 2016 lalu.

Sebagaimana diketahui bahwa ledakan terjadi di dua tempat, yakni daerah tempat parkir Menara Cakrawala, gedung sebelah utara Sarinah dan sebuah pos polisi di depan gedung tersebut.

Dari kejadian tersebut delapan orang, yang terdiri dari empat pelaku penyerangan dan empat warga sipil dilaporkan tewas serta 24 warga lainnya luka-luka akibat serangan tersebut. Tujuh orang terlibat sebagai pelaku penyerangan dan organisasi Negara Islam Irak dan Syam (ISIS), mengklaim bertanggung jawab sebagai pelaku penyerangan bom itu.

Berdasarkan informasi yang diperoleh media ini, sebagian dari penjualan tiket film ini akan diberikan kepada korban Bom Thamrin, baik yang mengalami luka, maupun yang meninggal dunia sebagai bentuk rasa kepedulian kepada mereka.

Comments

comments

Share.

About Author

1