Ming. Sep 19th, 2021

Tiduri Istri Tetangga, Jogoboyo Diarak Warga

Trucuk – Status sebagai perangkat desa sepatutnya menjadi tauladan warga desa lainnya. Jangan malah membuat malu dan meresahkan lingkungan sekitar.

Seperti yang dilakukan MJ (56), asal Desa Sranak, Kecamatan Trucuk, pada Minggu (27/09) dini hari lalu. Perbuatan pria yang mengaku sebagai Jogoboyo Desa Sranak ini sungguh memalukan dan tidak patut dicontoh.

Kenapa? Dia tertangkap basah sedang meniduri istri tetangganya, berinisial WK (40), sekitar pukul 01.30 WIB. Aksi selingkuh itu dilakukan di belakang rumah WK, saat suaminya kerja di Surabaya. Akibatnya dia harus menjadi bulan-bulanan warga setempat.

Dari pengakuan Nyamat, tetangga WK, dirinya sudah curiga sejak tiga hari sebelum penggerebekan. Setiap larut malam di belakang rumah WK selalu kayak terdengar suara bisik-bisik. Namun ketika dia keluar ke belakang rumah, selalu kayak ada orang yang lari.

“Lalu besok harinya (Minggu malam-red) saya sanggong sampai larut malam. Saya ingin tahu kenapa setiap malam kok terdengar suara orang. Eh, ternyata Pak Jogoboyo sedang mesum,” tuturnya saat ditemui beritabojonegoro.com.

Malam itu memang hari nahas bagi Jogoboyo MJ. Karena saking asyiknya menikmati surga dunia, dia tidak tahu kalau sedang diintip warga lain. Melihat perbuatan kotor itu warga pun marah dan langsung menggerebek aksi selingkuh sang Jogoboyo.

Muh Rohdy, selaku Ketua RT setempat, menambahkan, saat digerebek MJ sudah dalam keadaan telanjang bulat. Oleh warga dia diberi pinjaman celana dalam saja. Malam itu juga, dia diarak ke rumah ketua RT.

“Ketika diarak ke rumah saya, MJ hanya pakai celana dalam saja. Saya dan warga pun bertanya sejak kapan perbuatan itu dilakukan. Dia menjawab perbuatan serongnya sudah berjalan satu tahun ini,” ujar Rohdy.

Jogoboyo MJ diamankan di rumah  ketua RT sampai pukul 07.00 WIB. Selanjutnya, masalah perselingkuhan itu dimusyawarahkan di Balai Desa Sranak, untuk mencari solusi terbaik.

Bayan Desa Sranak Sukeri, mengatakan, penjabat kepala desa bersama perangkat desa dan tokoh masyarakat sepakat bahwa MJ harus lepas dari jabatan Jogoboyo-nya dan mengganti dana pembangunan desa sebesar Rp 10 juta.

Dengan peristiwa itu masyarakat Desa Sranak merasa tercoreng dan malu akibat perbuatan perangkat desa yang kurang baik itu. (humas)

*) Foto jogoboyo dan aparat koramil

Comments

comments