Jum. Jul 30th, 2021

TKI Asal Kepohbaru Meninggal Kecelakaan Kerja di Masjidil Haram

 

Kepohbaru – Tenaga kerja Indonesia (TKI) asal Bojonegoro dikabarkan meninggal di Arab Saudi. TKI yang diketahui bernama Awang Haris Abdul Salam, 36, asal Desa Pejok, Kecamatan Kepohbaru, tersebut meninggal akibat kecelakaan kerja di Kota Mekkah, Arab Saudi, pada Sabtu (29/08/2015). Ia dikabarkan terjatuh dari bangunan lantai tiga proyek pembangunan Masjidil Haram, Mekkah, Arab Saudi.

Korban mempunyai satu anak dan seorang istri yang kini tinggal di kampung halamannya di Desa Pejok, Kecamatan Kepohbaru. Pihak keluarga kini masih menunggu kabar lebih lanjut dari Arab Saudi. Orang tuanya, yaitu Jarno dan Ibunya Wakinah, berharap ada bantuan dan kebijakan dari pemerintah untuk mendapatkan santunan.

“Keluarganya berharap seperti itu,” ujar Kepala Desa Pejok, Kecamatan Kepohbaru, Sri Hartini.

Data di Kantor Desa Pejok menyebutkan, korban yaitu Awang Abdul Haris, menjadi TKI ke Saudi Arabi sekitar 13 bulan. Sebelumnya, korban bekerja serabutan. Mulai dari bekerja menggarap sawah dan ladang milik orang tuanya, dan juga kerja di Surabaya sebagai pekerja bangunan. Namun, pertengahan tahun 2014, Awang pamit ke keluarganya untuk bekerja sebagai TKI, lewat sebuah perusahaan jasa tenaga kerja Indonesia (PJTKI). Tetapi, nama perusahaannya hingga kini belum masuk di data Kantor Desa Pejok.

Menurut Sri Hartini, dirinya mendapat kabar warganya meninggal pada Sabtu malam sekitar pukul 22.00 waktu setempat. Selanjutnya, kabar tersebut dikoordinasikan ke kedua orangtuanya. Oleh keluarganya merelakan jenasahnya untuk dimakamkan di Mekkah, dengan alasan karena Tanah Suci. Selain itu karena prosesnya butuh waktu yang cukup lama, karena memulangkan dari Makkah ke Bojonegoro. “Dari keluarganya seperti itu,” imbuhnya.

Selain itu lanjutnya, sesuai data yang diterima, korban meninggal jatuh dari lantai tiga ketinggian di atas 20 meter di proyek pengembangan Masjidil Haram, Mekkah, pada sore hari sekitar pukul 15.30 waktu Arab Saudi. Korban kabarnya terpeleset jatuh saat memasang rancangan besi dan meninggal di lokasi. “Data singkatnya seperti itu,” imbuh Sri Hartini.

Sementara itu data di Kantor Dinas Tenaga Kerja Transmigrasi dan Sosial (Disnakertransos) Bojonegoro menyebutkan, bahwa TKI yang mengalami kecelakaan kerja, yaitu korban  Awang Haris Abdul Salam namanya tidak tercatat. Karena sejak ada moratorium pada delapan tahun silam, Pemerintah Indonesia tidak memberangkatkan TKI tujuan ke Arab Saudi. “Namanya tidak tercatat di kantor kami,” ujar Kepala Disnakertransos Bojonegoro, Adi Witjaksono.

 

Sumber foto www.sayangi.com

Comments

comments